Karena itu, dia menegaskan pemerintah akan tetap mendorong pembangunan smelter nikel, yang ditargetkan mencapai 53 smelter pada 2024.
Dia pun meyakini langkah tersebut dapat menambah 40% nilai tambah nikel.
Bahlil mengatakan untuk menjaga keseimbangan produksi nikel, pemerintah mengedepankan pemakaian teknologi dan energi terbarukan.
"Jadi kalau dibilang mau dibatasi, cara membatasinya adalah dengan membuat mereka jangan bikin nilai tambahnya 80% tapi harus dengan sampai end to end," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)