Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Adaro Minerals (ADMR) Bukukan Laba Rp 5,19 Triliun, Meroket 114%

Hana Wahyuti , Jurnalis-Jum'at, 03 Maret 2023 |13:02 WIB
Adaro Minerals (ADMR) Bukukan Laba Rp 5,19 Triliun, Meroket 114%
Laba ADMR (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) membukukan laba bersih USD332,21 juta atau setara Rp5,19 triliun atau naik 114,17% dari USD155,11 juta pada 2021.

Sementara pendapatan US$908,14 juta atau setara Rp14,18 triliun (estimasi kurs Rp15.625 per dolar AS). Pendapatan ADMR naik 97,34% dari sebelumnya USD460,17 juta.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer ADMR, Christian Ariano Rachmat mengatakan kenaikan rata-rata harga jual (ASP) batu bara maupun volume penjualan merupakan pendorong utama peningkatan profitabilitas.

“Kinerja sepanjang tahun 2022 yang memuaskan tercapai berkat kondisi pasar yang kondusif, yang terlihat pada kuatnya harga pada tahun ini. Kami berhasil menangkap momentum tersebut dengan meningkatkan volume dan mencapai target operasional," ujarnya dikutip Harian Neraca, Jumat (3/3/2023).

Beban pokok pendapatan USD373,22 juta pada 2022, naik dari sebelumnya USD219,72 juta pada 2021. Namun, laba bruto ADMR masih naik menjadi USD534,91 juta dari USD240,45 juta pada tahun sebelumnya. Perseroan juga terus memimpin transformasi Grup Adaro dan mencatat beberapa peristiwa penting selama tahun 2022.

Dalam kurun waktu satu tahun sejak mengumumkan proyek aluminium smelter, ADMR telah menandatangani Nota Kesepahaman offtake dan memfinalisasi pemilihan mitra-mitra untuk proyek tersebut.

"Kami akan terus merealisasikan rencana, memanfaatkan momentum harga batu bara yang tinggi dan membawa Grup Adaro menjadi perusahaan yang lebih besar dan lebih ramah lingkungan," imbuhnya.

Volume produksi batu bara ADMR pada 2022 naik 46% menjadi 3,37 juta ton dari 2,30 juta ton pada 2021. Volume penjualan mencapai 3,2 juta ton pada 2022, naik 39% dari 2,30 juta ton. Pengupasan lapisan penutup pada 2022 mencapai 8,32 juta bank meter kubik (Mbcm), atau naik 62% dari 5,15 Mbcm di tahun sebelumnya, sehingga nisbah kupas pada pada 2022 tercatat 2,47 kali, naik 10% dari 2,24 kali pada 2021.

ADMR juga telah merampungkan rancang bangun rinci (DED) untuk ekspansi pelabuhan Muara Tuhup maupun seleksi vendor untuk meningkatkan jalan angkut dan fasilitas penyimpanan bahan bakar. Proyek-proyek ini akan menunjang pencapaian target produksi jangka menengah 6 juta ton per tahun.

Tahun ini,perseroan memperkirakan volume penjualan di rentang 3,8 Mt hingga 4,3 Mt. ADMR terus meningkatkan volume didukung oleh permintaan yang kuat dari pelanggan, dan sesuai target jangka menengahnya sebesar 6 Mtpa.

Nisbah kupas 2023 ditargetkan sebesar 3,8x, karena perusahaan berencana untuk memulai kembali operasi dari PT Lahai Coal, yang memiliki nisbah kupas lebih tinggi dibandingkan dengan PT Maruwai Coal.

Belanja modal untuk bisnis batu bara metalurgi ADMR di 2023 ditargetkan sebesar USD70 juta hingga USD90 juta. Angka ini belum termasuk belanja modal untuk proyek smelter aluminium. Perusahaan memperkirakan pencapaian financial close proyek ini pada 2023 dan porsi ekuitas akan diumumkan kemudian.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement