Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Erick Thohir dan Pertamina Rapat Rencana Pindahkan Depo Plumpang Sore Ini

Hana Wahyuti , Jurnalis-Senin, 06 Maret 2023 |14:24 WIB
Erick Thohir dan Pertamina Rapat Rencana Pindahkan Depo Plumpang Sore Ini
Erick Thohir Bahas Rencana Pemindahan Depo Plumpang dengan Pertamina. (Foto: Okezone.com/BUMN)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir segera melakukan rapat pemindahan Depo Plumpang dengan PT Pertamina (Persero) sore ini.

"Saya nanti sama Pertamina ada rapat jam 16.00 WIB mengenai Plumpang," ujar Erick, saat ditemui usai "Penyerahan Pengelolaan Aset Perkara Jiwasraya dari Kejaksaan Agung RI kepada Kementerian BUMN", dikutip dari Antara, di Jakarta, Senin (6/3/2023).

Sebelumnya, Erick bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono telah melakukan rapat.

Baca Juga: BACA JUGA:

Hasil pertemuan tersebut segera ditindaklanjuti dengan rapat bersama institusi masing-masing untuk mendapatkan solusi terhadap lokasi Depo Plumpang.

"Kemarin sudah rapat sama Gubernur DKI, ada Pak Menko, hasil rapat kemarin masing-masing institusi mem-follow up ke masing-masing institusi dulu," katanya pula.

Erick pun mengatakan bahwa solusi terbaik harus segera ditemukan, agar tidak terjadi kembali kasus serupa di kemudian hari.

Baca Juga: BACA JUGA:

BUMN akan mengkaji dari sektor keamanan depo bahan bakar minyak (BBM), karena merupakan bagian dari objek vital negara.

Dia mengatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh objek vital nasional (obvitnas) yang dikelola BUMN. Adapun perlu dilakukan sinkronisasi tata ruang secara bersama terkait obvitnas.

Buffer zone yang ideal menjadi sebuah keharusan bagi setiap aset vital yang dimiliki BUMN. Saat ini, banyak buffer zone obvitnas, baik yang dikelola BUMN atau bukan, sangat tipis dan begitu dekat dengan permukiman penduduk.

Sementara itu, Associate Director BUMN Research Group LM FEB Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan, kebakaran tersebut sebagai bencana atau kejadian luar biasa yang berulang dan belum ditanggulangi tuntas.Saat ini teridentifikasi 17 warga korban meninggal karena tersengat kobaran api serta 51 warga lainnya mengalami luka bakar parah. Para korban termasuk anak-anak dan perempuan.

“Pertamina harus segera menyusun masterplan baru untuk beberapa depo di Tanah Air, terutama Depo Plumpang yang sudah berusia hampir 50 tahun. Masterplan Plumpang itu dibuat 1974. Dan sekarang mendesak untuk diganti,” kata Toto.

Dirinya juga meminta Pertamina untuk memprioritaskan bisnis intinya, minyak dan gas. Pertamina seperti belum punya staging dalam bisnisnya.

“Saya minta Pertamina tetap fokus di bisnis utamanya. Bikin business staging-nya. Jangan kejar bisnis yang lain dengan meninggalkan dan mengabaikan safety bisnis utamanya,” kata Toto.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement