Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bisnis Jasa Semir Sepatu Makin Redup

Safina Asha Jamna , Jurnalis-Jum'at, 17 Maret 2023 |10:44 WIB
Bisnis Jasa Semir Sepatu Makin Redup
Bisnis jasa semir sepatu makin redup (Foto: AP)
A
A
A

JAKARTABisnis jasa semir sepatu kini semakin redup. Penjual jasa semir sepatu di New York semakin sulit mempertahankan bisnis. Mereka mengatakan bekerja di rumah semasa pandemi telah mengurangi langkah kaki di stasiun kereta.

Pasca pandemi, orang-orang yang kembali ke kantor lebih banyak mengenakan sepatu yang tidak terlalu formal. Melansir VOA, Jumat (17/3/2023), di stasiun kereta Penn di kota New York terdapat toko yang menjual jasa reparasi sepatu dan semir sepatu, Penn Station Shoe Repair and Shoe Shine.

Sebagian dari laki-laki yang banyak lalu lalang di sana singgah ke toko itu, naik ke kursi yang tersedia, membaca koran dan telepon, membiarkan penyemir bekerja, membersihkan dan menyemir sepatu mereka.

Orang-orang berpakaian santai maupun berjas menyempatkan diri menggunakan jasa semir sepatu. Setelah sepatu mengilat, mereka membayar tunai USD8 di kasir yang pada mejanya tertera tulisan "Kami bukan Tuhan, tetapi kami menyelamatkan sol."

Rory Heenan adalah seorang akuntan di Philadelphia. Sewaktu kecil dulu, sebulan sekali, setiap Jumat, ia ikut ayahnya ke kantor dan naik kereta. Ayahnya selalu menyempatkan diri untuk duduk di kursi tinggi dan membiarkan sepatunya disemir.

“Saya hanya akan duduk di sini sebagai anak kecil, mengamati. Dan sekarang, 30 tahun kemudian, saya melakukan hal yang sama. Jadi, itu pasti sesuatu yang diwariskan dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Tetapi toko penjual jasa semir sepatu seperti di stasiun Penn sudah lama menghilang di seluruh Amerika. Situasi tersebut diperparah oleh pandemi, kerja dari rumah, dan semakin populernya pakaian kerja yang lebih santai ketika akhirnya orang kembali ke kantor.

SC Johnson adalah produsen merek semir sepatu terbesar, Kiwi. Pada Januari, perusahaan itu mengatakan akan berhenti menjual semir di Inggris karena minimnya permintaan. Sementara ini, mereka masih menjual semir merek tersebut di Amerika.

Permintaan untuk reparasi sepatu, yang biasanya mencakup jasa semir, turun sekitar 23% antara 2013 dan 2023 menjadi USD307,4 juta, menurut firma riset pasar IBISWorld.

Pandemi juga telah menggerus penjualan semir. Penjualan pada 2022 turun 29% menjadi 27,3 juta unit dibandingkan pada 2019, menurut data Nielsen.

Nisan Khaimov dari Penn Station Shoe Repair and Shoe Shine mengatakan, sebelum pandemi kiosnya menyemir 80 hingga 100 sepatu setiap hari kerja. Sekarang antara 30 hingga 50 pada Selasa hingga Kamis. Jumlah itu jauh lebih kecil pada Senin dan Jumat. Kerja sebagian di kantor dan sebagian di rumah, kata Khaimov, merugikan bisnisnya.

“Sampai orang kembali bekerja, masalah-masalah ini tidak akan terpecahkan. Dan ini tidak baik untuk pemilik toko dan penyewa seperti kami. Jadi kami menunggu. Tetapi pada akhirnya semua akan kembali normal, kami berharap. Tetapi kapan? Kami tidak tahu,” jelasnya.

Meskipun bisnisnya sedang sulit, Khaimov tidak menaikkan tarif jasa semir sepatu. Tetap $8. Namun, pendapatan yang rendah memaksanya menggunakan tenaga kontrak. Tidak karyawan tetap yang penuh waktu.

"Keuntungan kami sedikit. Tetapi tujuan kami adalah membuat pelanggan senang, supaya mereka kembali lagi ke sini.”

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement