Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antam (ANTM) Raup Laba Rp3,82 Triliun, Naik 105%

Cahya Puteri Abdi Rabbi , Jurnalis-Senin, 27 Maret 2023 |07:52 WIB
Antam (ANTM) Raup Laba Rp3,82 Triliun, Naik 105%
Laba ANTM (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) meraih pertumbuhan laba bersih hingga 105% di tahun 2022 lalu menjadi Rp3,82 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp1,86 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan laba bersih, penjualan perseroan juga tercatat naik sebesar 19,46% menjadi Rp45,93 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp38,44 triliun.

Adapun, capaian pertumbuhan tersebut didukung oleh upaya perseroan untuk mengoptimalkan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama berbasis nikel, emas, dan bauksit di tengah pemulihan kondisi ekonomi global serta outlook positif komoditas logam dasar dan logam mulia di sepanjang tahun 2022 lalu.

Berdasarkan jenis produknya, penjualan emas tercatat sebesar Rp31,62 triliun, penjualan feronikel sebesar Rp6,85 triliun, penjualan bijih nikel sebesar Rp5,16 triliun, penjualan alumina sebesar Rp1,31 triliun, penjualan bijih bauksit sebesar Rp618,48 miliar, penjualan perak sebesar Rp120,34 miliar, dan penjualan logam lainnya sebesar Rp265 juta. Dari segmen jasa, pendapatan pemurnian logam mulia dan jasa lainnya tercatat sebesar Rp229,08 miliar.

“Optimalisasi tingkat produksi dan penjualan komoditas utama ANTM mendukung capaian EBITDA yang mencapai Rp7,35 triliun, naik 29% dari tahun 2021 yang sebesar Rp5,71 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan ANTM, Syarif Faisal Alkadrie dalam keterangan resminya, Senin (27/3/2023).

Pertumbuhan laba bersih perseroan ikut mengerek laba per saham dasar ANTM pada 2022 menjadi Rp159,00 per saham, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp77,47 per saham.

Dari sisi posisi keuangan perseroan, sepanjang tahun 2022 ANTM mampu memperkuat struktur keuangan yang tercermin dari nilai ekuitas konsolidasian perseroan yang tercatat sebesar Rp23,71 triliun, naik 14% dari sebelumnya Rp20,84 triliun.

Sementara itu, total liabilitas ANTM tahun lalu tercatat sebesar Rp9,93 triliun, atau turun 18% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp12,08 triliun.

“Penurunan tingkat liabilitas konsolidasian pada 2022 didukung oleh kemampuan perseroan untuk menurunkan tingkat pinjaman berbunga atau interest bearing debt,” kata Syarif.

Dia merinci, bentuk pinjaman tersebut terdiri atas pinjaman bank jangka pendek dan pinjaman investasi menjadi sebesar Rp3,01 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp5,87 triliun. Per Desember 2022, total nilai aset perseroan tercatat sebesar Rp33,64 triliun, naik 2% dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp32,92 triliun.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement