Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Raup Laba Rp3,44 Triliun, Tumbuh 0,42% di 2022

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Senin, 27 Maret 2023 |14:19 WIB
Sarana Menara Nusantara (TOWR) Raup Laba Rp3,44 Triliun, Tumbuh 0,42% di 2022
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan entitas anak membukukan laba bersih senilai Rp3,44 triliun tahun 2022.

Realisasi itu tumbuh 0,42% yoy dibandingkan 2021 senilai Rp3,42 triliun.

 BACA JUGA:

Performa bottomline itu tak terlepas dari peningkatan pendapatan TOWR sebesar 27,79% yoy menjaadi Rp11,03 triliun, dari tahun 2021 senilai Rp8,63 triliun.

Kenaikan tipis laba bersih mendorong laba per saham dasar TOWR tak berubah di level Rp69, dikutip dari laporan keuangan di Keterbukaan Infoermasi (BEI), Senin (27/3/2023).

Kontribusi penyewaan menara kepada pihak ketiga menjadi tulang punggung penghasilan TOWR sebesar Rp10,21 triliun, disusul jasa dan lainnya (wireline, VSAT, dan IPLC) total mencapai Rp823,33 miliar.

Pelanggan yang memanfaatkan jasa sewa menara TOWR adalah PT Indosat Tbk (ISAT), disusul PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Telkomsel, anak PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

 BACA JUGA:

Kenaikan pendapatan mendorong beban depresiasi-amortisasi hingga beban pokok TOWR membengkak menjadi Rp2,91 triliun, yang sebagian besar datang dari amoritasi aset hak-guna, sedangkan perawatan lokasi hanya menanggung biaya Rp385,68 miliar.

Adapun beban umum-administrasi yang terdiri dari gaji karyawan hingga perlengkapan kantor juga ikut bertambah menjadi total Rp742,26 miliar, dari tahun 2021 senilai Rp600,63 miliar.

 

Dari sisi neraca, total aset TOWR melandai 0,30% yoy menjadi Rp65,62 triliun. Jumlah utang (liabilitas) berkurang 4,78% yoy menjadi Rp51,19 triliun, sedangkan odal (ekuitas) TOWR tumbuh 19,65% yoy menjadi Rp14,43 triliun.

Jumlah kas dan setara kas yang dipegang di akhir 2022 berkurang cukup signifikan menjadi Rp308,63 miliar dari akhir 2021 senilai Rp4,74 triliun.

Ini terjadi akibat pembayaran sejumlah kewajiban, seperti utang bank, dividen, utang sewa, hingga obligasi.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement