Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sektor Industri RI Tetap Ekspansi meski Ada Perlambatan Global

Hana Wahyuti , Jurnalis-Sabtu, 01 April 2023 |19:30 WIB
Sektor Industri RI Tetap Ekspansi meski Ada Perlambatan Global
Sektor industri RI tetap ekspansi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perindustrian mencatat sektor industri masih tetap ekspansi meski ada perlambatan global. Ekonomi global melambat akibat tantangan tekanan geopolitik dan inflasi global yang mendorong kenaikan suku bunga.

Ekspansi industri tercermin dari capaian Indeks Kepercayaan Industri bulan Maret 2023 masih menunjukkan nilai ekspansi, yaitu 51,87, meskipun mengalami sedikit perlambatan dibandingkan Februari 2023 yang sebesar 52,32.

"Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Maret 2023 mencapai 51,87, melambat 0,45 poin dibandingkan Februari 2023," kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif dilansir dari Antara, Sabtu (1/4/2023).

Situasi tersebut sesuai dengan laporan perusahaan industri yang menunjukkan kegiatan industri bulan Maret mengalami sedikit penurunan. Terdapat 14 subsektor industri yang mengalami ekspansi dengan share 80,4 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Dari 14 subsektor tersebut, subsektor Reparasi dan Pemasangan Mesin/Alat mengalami perubahan fase dari kontraksi ke ekspansi.

Namun, terdapat pula tiga subsektor yang mengalami perubahan fase dari ekspansi ke kontraksi. Ketiga subsektor tersebut adalah Industri Karet, Barang Karet dan Plastik, Industri Barang Galian Bukan Logam, dan Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik.

Febri menjelaskan, jika dilihat dari komponen pembentuknya, seluruh variabel pembentuk mengalami perlambatan. Variabel Pesanan Baru melambat dari 52,81 menjadi 51,33, variabel Produksi melambat dari 51,37 menjadi 50,69, dan variabel Persediaan Produk meningkat dari 52,51 pada Februari 2023 menjadi 55,00 pada Maret 2023.

Peningkatan nilai variabel persediaan produk menandakan persediaan produk-produk manufaktur terserap di pasar.

Febri menjelaskan perlambatan nilai IKI bulan Maret 2023 utamanya masih didominasi oleh pesanan domestik. Selain itu, mayoritas komoditas unggulan menunjukkan tren penurunan harga, meskipun masih lebih tinggi dibanding tahun 2020 (saat pandemi). Hanya harga minyak kelapa sawit yang naik dibanding bulan sebelumnya dan nikel yang lebih tinggi dari rata-rata harga pada tahun 2022.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement