JAKARTA - Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengalami penurunan. Bahkan pada penutupan perdagangan Senin, 3 April 2023, saham PGEO kembali menyentuh auto reject bawah (ARB) dengan koreksi 5,76% ke level harga Rp655 per lembar.
Menurut Analis Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Alfatih, ada beberapa sentimen negatif pada saham PGEO. Salah satunya soal kinerja perseroan baik sisi keuangan maupun operasional.
Laporan kinerja keuangan 2022 tidak membukukan salah satu proyek bernilai jumbo karena tidak menghasilkan.
“Hal itu bukan sesuatu yang positif,” katanya, Selasa (4/4/2023).
Selain itu, investor juga melihat pengelolaan utang perseroan. Misalnya pos utang jangka panjang sebesar USD600 juta atau sekitar Rp9 triliun yang disulap menjadi utang jangka pendek dan akan segera jatuh tempo.
Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, turunnya harga saham bukan soal utang dan minusnya kinerja perseroan saja. Penolakan warga di sekitar proyek geothermal juga menjadi variable yang kurang bagus.
“Penolakan masyarakat di sekitar proyek geothermal masih berlanjut. Padahal, perusahaan harus memastikan proses yang diklaim sebagai energi terbarukan bebas dari konflik dengan masyarakat hingga memenuhi aspek dampak lingkungan yang baik,” ujarnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.