JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mendapatkan pendanaan internasional setelah tiga proyek strategisnya resmi terdaftar dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Bappenas.
Ketiga proyek tersebut mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW), PLTP Lumut Balai Unit 4 dengan 55 MW, serta PLTP Lahendong Unit 7–8 sebesar 50 MW.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani menjelaskan masuknya proyek-proyek perseroan ke dalam daftar tersebut merupakan pengakuan konkret atas kesiapan PGE dalam memasuki fase pengembangan lanjutan, terutama di tengah peningkatan permintaan energi bersih dan dinamika ketahanan energi dunia.
Menurutnya, pencapaian ini tidak hanya membuka jembatan menuju berbagai sumber pendanaan internasional untuk mempercepat realisasi proyek, tetapi juga memperkuat visibilitas dan daya tarik PGE di mata para calon mitra strategis maupun lembaga keuangan global.
“Kami optimistis penguatan fundamental bisnis, didukung portofolio proyek yang semakin matang, akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan Perseroan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional,” ujar Ahmad dalam keterangan resmi dikutip Senin (8/6/2026).
Melalui pencantuman ketiga proyek ini di dalam Green Book, pendanaan yang dikucurkan diharapkan mampu menyokong upaya perseroan dalam menjaga tingkat cost of debt yang tetap kompetitif serta meningkatkan nilai keekonomian proyek untuk jangka panjang.
“Selain membantu menjaga struktur pendanaan yang sehat dan mempertahankan cost of debt yang kompetitif, masuknya ketiga proyek ini juga berpotensi meningkatkan keekonomian proyek sehingga dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Perseroan dan para pemangku kepentingan,” imbuhnya.