Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Proyek Panas Bumi PGE Dapat Pendanaan hingga USD477,87 Juta

Rohman Wibowo , Jurnalis-Senin, 08 Juni 2026 |07:45 WIB
3 Proyek Panas Bumi PGE Dapat Pendanaan hingga USD477,87 Juta
Panas Bumi (Foto: Okezone)
A
A
A

Seluruh pendanaan untuk proyek-proyek tersebut akan disalurkan melalui mekanisme on-lending dengan skema pinjaman lunak yang memiliki keunggulan berupa suku bunga lebih rendah serta masa tenor yang lebih panjang jika dibandingkan dengan skema pembiayaan komersial.

Adapun total nilai pinjaman yang tercatat dalam Green Book 2026 tersebut mencapai angka USD477,87 juta. Rinciannya meliputi alokasi untuk PLTP Lumut Balai Unit 3 sebesar US158,86 juta dari JICA dengan target operasional (COD) pada 2030, kemudian PLTP Lumut Balai Unit 4 senilai US148,97 juta dari JICA yang dibidik beroperasi pada 2032, serta PLTP Lahendong Unit 7–8 sebesar US170,04 juta dari Bank Dunia dengan target COD tahun 2030.

Rangkaian proyek ini merupakan bagian integral dari peta jalan PGE untuk mengoptimalkan potensi panas bumi nasional hingga menyentuh level 3 gigawatt (GW). Setelah resmi beroperasi, infrastruktur ini akan menambah pasokan daya rendah emisi sekaligus mengukuhkan peran vital energi panas bumi dalam bauran energi di tanah air.

Dua proyek utama, yakni PLTP Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, akan memperluas jejak pengembangan energi hijau PGE di wilayah Sumatera. Kedua inisiatif ini juga telah ditopang oleh Power Purchase Agreement (PPA) yang menjamin prospek pengembangannya, di mana unit 4 telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN periode 2025–2034.

Di sisi lain, ekspansi kapasitas melalui PLTP Lahendong Unit 7–8 serta Binary Unit di Kabupaten Minahasa bakal mendongkrak kontribusi energi PGE terhadap kebutuhan listrik di Sulawesi Utara, yang diproyeksikan naik dari semula 30 persen menjadi berkisar antara 35 hingga 40 persen. 

Sejalan dengan visi sebagai produsen panas bumi terkemuka di dunia, PGE konsisten mengejar pertumbuhan jangka panjang melalui tiga pilar strategi utama, yaitu optimalisasi aset yang ada, ekspansi bisnis secara masif, serta diversifikasi sumber pendapatan baru.

“Kami meyakini bahwa setiap pengembangan panas bumi tidak hanya menghasilkan energi rendah karbon, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan ekonomi lokal, dan penguatan ekosistem industri dalam negeri,” pungkas Ahmad.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement