Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sengketa Sawit dan Nikel Bakal Selesai dengan Perundingan IEU-CEPA

Mutiara Oktaviana , Jurnalis-Senin, 17 April 2023 |20:23 WIB
Sengketa Sawit dan Nikel Bakal Selesai dengan Perundingan IEU-CEPA
IEU-CEPA (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargerkan perundingan Indonesia-Europe Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) selesai tahun ini. Melalui IEU-CEPA diharapkan sengketa kelapa sawit dan nikel Indonesia di Uni Eropa bisa segera selesai.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkapkan, kerjasama Indonesia dan Uni Eropa dapat terus diperluas dan ditingkatkan jika kedua pihak membangun hubungan yang setara dan saling memahami satu sama lain. Berpuluh tahun, Indonesia dan Uni Eropa saling bertukar produk perdagangan, kerjasama investasi dan kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Meskipun demikian, beberapa ketidaksepahaman perdagangan juga terjadi misalnya dalam kasus sengketa kelapa sawit dan nikel. Beberapa ketidaksepahaman itu pun bisa diselesaikan jika Uni Eropa melihat masalah dari kedua sisi sehingga kepentingan masing-masing pihak bisa diakomodasi dengan baik.

Indonesia sebagai pemimpin ASEAN, akan membawa kawasan ini menjadi kawasan yang makin penting dalam percaturan ekonomi dan politik global. Semangat yang diusung Indonesia adalah semangat kolaborasi dan kooperasi.

Oleh karena itu, Jerry mengajak Uni Eropa untuk menerapkan hal yang sama sehingga kedua kawasan bisa tumbuh bersama dalam semangat inklusifitas.

"Asean dan Uni Eropa sama-sama punya potensi dan telah memainkan peran penting dalam konteks global. Karena itu, kita harus menjaga sinergi dan kolaborasi tersebut dengan saling memahami satu sama lain," kata Wamendag, Senin (17/4/2023).

Surplus perdagangan internasional Indonesia baru-baru ini mencapai rekor tertinggi yaitu mencapai USD54, 5 miliar pada 2022. Surplus itu salah satunya ditopang dari perdagangan dengan Uni Eropa.

Meskipun demikian, rasio perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa belum mencapai level yang diharapkan. Indonesia berharap bisa terus mengisi pasar Eropa dengan berbagai produk yang bersegmen bukan hanya bahan mentah tetapi juga bahan baku dan bahan jadi.

Karena itu, menurut Jerry, Uni Eropa harus membuka pasar bagi produk Indonesia secara luas sebagaimana Indonesia juga menerima produk Uni Eropa.

"Harus ada kesetaraan dan mutualisme. Jadi kedua pihak bisa mengoptimalkan potensi yang ada," tegas Jerry.

Sebagai informasi, Wamendag hadir di acara Fostering Growth and Global Integration yang diselenggarakan Eurocham. Dirinya mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga menjadi pembicara utama dalam dialog yang diselenggarakan Eurocham.

Selain itu ada juga Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Picket. Dialog ini diharapkan memberikan masukan konstrktif bagi IEU CEPA khususnya dan kerja sama perdagangan dan investasi secara keseluruhan. DIsamping itu, acara ini juga menjadi penanda bagi peluncuran Eurocham Posititon Papers 2023.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement