JAKARTA – Kinerja keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) diprediksi masih rugi di tahun 2023. Bahkan perseroan memperkirakan rugi bersih akan meningkat 7,44% menjadi Rp1,79 triliun pada 2023.
Melansir Harian Neraca, Senin (5/6/2023), perseroan mengestimasikan rugi bersih tahun ini meningkat 7,44% dari rugi tahun berjalan sebesar Rp1,67 triliun sepanjang 2022. Sejumlah komponen yang mempengaruhi hal tersebut di antaranya beban keuangan yang sejumlah Rp3,32 triliun.
Jika menilik laporan keuangan per 31 Desember 2022, Waskita mencatatkan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp1,89 triliun pada 2022. Rugi ini membengkak 73,3% dari Rp1,09 triliun dibanding periode yang sama sebelumnya.
Di sisi lain, Waskita menargetkan pendapatan sebesar Rp20,54 triliun atau naik 34,27% dibandingkan capaian Rp15,3 triliun pada 2022. Adapun keseluruhan pendapatan Rp20,54 triliun merupakan pendapatan internal.
Secara rinci, segmen konstruksi diperkirakan berkontribusi hingga Rp14,11 triliun, beton precast Rp2,3 triliun, toll road Rp7,52 triliun, realti Rp1,07 triliun, dan infrastruktur lainnya sebesar Rp1,1 triliun. Namun begitu, Waskita juga telah menyiapkan beberapa strategi pemulihan kinerja keuangan dalam kerangka kerja transformasi bisnis.
Di antaranya adalah Waskita berupaya unggul sebagai kontraktor EPC pada infrastruktur air dengan memanfaatkan aset dan keterampilan untuk menangkap pangsa pasar. Waskita akan membangun kemampuan untuk menangkap pangsa domestik agar unggul dalam pembangunan bandara dengan membangun fungsi khusus bandara dan meningkatkan keahlian SDM.
Waskita juga fokus pada kereta api konvensional dan LRT, serta menyasar peluang pada proyek high-speed railway (HSR) atau Kereta Cepat, dan MRT. Selanjutnya, Waskita akan membangun jejak pada bidang logam dan pertambangtan dengan menargetkan proyek pabrik pengolahan hilir. Hal ini didukung oleh beberapa elemen peningkatan kapabilitas seperti kemitraan, serta konsorsium dengan pemain dan pemilik lisensi processing.
Waskita juga tengah mempersiapkan ekspansi secara terarah dan selektif ke beberapa negara Asia Tenggara atau ASEAN lainnya. Hal ini dimungkinkan melalui kemitraan dengan para pemain lokal lainnya.
Sebagai informasi, Waskita mencatatkan pendapatan Rp15,30 triliun sepanjang 2022. Angka tersebut meningkat 25,18% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp12,22 triliun. Seiring meningkatnya pendapatan, beban pokok pendapatan Waskita juga ikut melambung 34,16% dari Rp10,32 triliun menjadi Rp13,85 triliun.
Di kuartal pertama 2023, WSKT membukukan rugi bersih Rp374,93 miliar atau turun 54,86% secara tahunan (YoY) dari periode yang sama tahun lalu rugi bersih Rp830,63 miliar. Kerugian didorong dari menurunnya pendapatan. Pada pendapatan WSKT di kuartal pertama 2023 tercatat turun menjadi Rp2,73 triliun, turun 0,36% dari periode sebelumnya Rp2,74 triliun.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)