Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AS Terhindar dari Gagal Bayar Utang, Permasalahan Sudah Selesai?

Dovana Hasiana , Jurnalis-Selasa, 06 Juni 2023 |16:51 WIB
AS Terhindar dari Gagal Bayar Utang, Permasalahan Sudah Selesai?
Dolar. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Amerika Serikat (AS) berhasil mencapai kesepakatan untuk penangguhan plafon utang senilai USD31,4 triliun.

Presiden AS Joe Biden pun bersorak atas tercapainya keputusan antara Partai Republik dan Partai Demokrat.

 BACA JUGA:

Namun, hal itu tidak memperlambat penumpukan utang AS yang melebihi USD50 triliun dalam satu dekade.

Pengamat menilai kesepakatan itu tidak berhasil menyelamatkan AS dari kekurangan pendapatan di masa mendatang imbas besarnya alokasi kesehatan dan pensiun akibat populasi yang menua. Apalagi Kongres AS gagal untuk menaikkan pajak.

 BACA JUGA:

"Jika anda khawatir tentang masalah defisit dan utang, hal ini tidak ada artinya," kata profesor kebijakan publik dan ahli fiskal di Southern Methodist University, Dennis Ippolito, seorang, dilansir Reuters, Selasa (6/6/2023).

Kesepakatan untuk menangguhkan pagu utang AS yang sebesar USD31,4 triliun hingga Januari 2025 membuat pengeluaran diskresioner non-pertahanan AS sebagian besar datar tahun ini, atau meningkat 1% pada tahun fiskal 2024.

 

Kantor Anggaran Kongres (CBO) memperkirakan ini akan menghemat USD1,3 triliun selama satu dekade.

Namun penghematan itu mungkin menjadi ilusi, karena Kongres bebas mengabaikan batas pengeluaran yang ditentukan sendiri dalam waktu dua tahun.

Selain itu, pemotongan pajak yang disahkan oleh Partai Republik pada 2017 berakhir sesuai jadwal pada 2025, meski partai tersebut mendorong untuk memperpanjangnya.

Lebih buruk lagi, suku bunga yang lebih tinggi mendorong biaya layanan utang pemerintah.

CBO memproyeksikan jumlahnya akan naik tiga kali lipat menjadi USD 1,4 triliun pada 2033, jauh melebihi anggaran pertahanan yang diproyeksikan pada saat itu.

Sebelumnya dalam negosiasi batas utang AS, Presiden Joe Biden dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kevin McCarthy bersumpah untuk tidak menyentuh pendorong utama utang negaranya.

Adapun yang dimaksud adalah biaya pensiun, jaminan sosial dan tunjangan kesehatan Medicare.

CBO menyebut Biaya Jaminan Sosial diproyeksikan meningkat sebesar 67% pada tahun 2032, dan program kesehatan Medicare untuk manula akan menelan biaya hampir dua kali lipat selama periode itu.

Manula atau orang yang berusia 65 tahun atau lebih tua menduduki 46% populasi AS, naik dari 34% tahun ini.

Kedua program ini menyumbang sekitar 37% dari pengeluaran federal.

Program lain untuk veteran dan masyarakat berpenghasilan rendah mendorong pengeluaran jaring pengaman hingga lebih dari setengah anggaran.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement