Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puradelta Lestari (DMAS) Tebar Dividen Rp482 Miliar, Naik 300%

Hana Wahyuti , Jurnalis-Selasa, 20 Juni 2023 |12:52 WIB
Puradelta Lestari (DMAS) Tebar Dividen Rp482 Miliar, Naik 300%
Saham DMAS (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) memutuskan untuk membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2022 senilai Rp482 miliar. Jumlah ini naik 300% dari Rp120,49 miliar untuk dividen tunai 2021. 

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, mengatakan bahwa perseroan bakal menebar dividen Rp10 per saham atau senilai Rp482 miliar.

DMAS sebelumnya sempat membagikan dividen interim sebesar Rp15 per saham atau senilai Rp733 miliar yang dibagikan pada 24 November 2022. Alhasil total dividen yang dibagikan DMAS mencapai Rp25 per saham atau senilai Rp1,20 triliun.

Dengan total dividen Rp1,20 tersebut, maka dividen yang dibagikan oleh DMAS mencapai rasio 99,17 persen dari laba Rp1,21 triliun untuk tahun buku 2022.

“Dividen tunai tersebut akan dibagikan pada tanggal 14 Juli 2023,” ujar Tondy dikutip Harian Neraca, Selasa (20/6/2023).

Cum dividen tunai di pasar reguler dan negosiasi akan dilaksanakan pada 27 Juni 2023. Sementara cum dividen tunai di pasar tunai pada 30 Juni 2023. Selanjutnya, ex dividen tunai di pasar reguler dan negosiasi pada 28 Juni 2023, sedangkan ex dividen tunai di pasar tunai pada 3 Juli 2023. Berikutnya recording date dividen jatuh pada tanggal 30 Juni 2023. Lalu, pembayaran dividen tunai akan dilaksanakan pada 14 Juli 2023.

Tahun lalu, emiten Grup Sinar Mas dan pengembang Deltamas membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,93 triliun. Angka ini naik 34,12% dari capaian 2021. Rinciannya, penjualan lahan naik 20% menjadi Rp1,4 triliun, komersial naik 286% menjadi Rp452,38 miliar, dan perumahan turun 65,7% menjadi Rp42,83 miliar.

Selain itu, pendapatan dari sewa naik 32,47% menjadi Rp10,45 miliar, dan hotel turun 8,67% menjadi Rp9,67 miliar. DMAS membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,21 triliun sepanjang 2022. Jumlah tersebut naik 70% dari Rp714,85 miliar dibandingkan 2021.

Tahun ini, DMAS menargetkan prapenjualan atau marketing sales Rp1,8 triliun. Target tersebut tidak berubah dari tahun 2022. Dimana penjualan lahan industri akan menjadi kontributor utama dalam mencapai target tersebut. Terlebih lagi permintaan lahan industri mencapai 90 hektare pada awal 2023. “Permintaan dari data center masih yang terbesar,” ujar Tondy.

Menurutnya, perkembangan gaya hidup digital turut mendorong peluang bisnis pusat data. Hal ini menjadi peluang bagi kawasan industri untuk mendulang pendapatan dari segmen ini. “Kami melihat peluang penjualan lahan ke industri data center di tahun 2023 masih cukup besar,” katanya.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement