JAKARTA – Laba PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melesat 149,01% menjadi USD23,28 juta atau sekitar Rp349,74 miliar pada kuartal I 2023. Laba BRPT pada periode sama tahun sebelumnya sebesar USD9,35 juta.
Melansir Harian Neraca, Rabu (21/6/2023), pendapatan perseroan justru turun 20% yoy menjadi USD650,73 juta, dibanding kuartal I/2022 sebesar USD813,44 juta. Merosotnya pendapatan BRPT disebabkan oleh turunnya ekspor petrokimia 3,91% yoy menjadi USD123,22 juta. Penjualan domestik petrokimia juga ambles 32,57% yoy menjadi USD369,62 juta.
Secara rinci berdasarkan segmen, pendapatan BRPT ditopang oleh penjualan petrokimia USD492,84 juta, energi dan sumber daya USD154,43 juta, properti USD2,19 juta, dan pendapatan lainnya USD2,54 juta. Pendapatan itu dikurangi biaya eliminasi USD1,29 juta. Perseroan mengungkapkan, pendapatan sangat bergantung pada penjualan barang turunan atau olahan petrokimia naphtha yang sangat dipengaruhi oleh harga petrokimia dunia.
Di sisi lain, harga petrokimia dunia dapat berfluktuasi secara signifikan yang dipengaruhi oleh harga minyak mentah Brent serta faktor permintaan dan penawaran. Untuk memitigasi risiko ini, grup mengkombinasikan strategi metode penetapan harga maupun waktu penetapan dengan terus memperhatikan perkembangan global yang mempengaruhi pasar petrokimia.
BRPT juga memperoleh laba selisih kurs USD26,33 juta, dibanding kuartal I/2022 yang rugi USD3,01 juta. Menariknya, beban pokok dan beban langsung perseroan terpangkas 26,90% yoy menjadi USD498,49 juta dibanding periode sebelumnya USD681,97 juta. Sebab, biaya bahan baku perseroan turun 29,04% yoy menjadi USD388,35 juta dibanding tahun sebelumnya USD547,29 juta. Alhasil, laba kotor perseroan naik 15,79% yoy menjadi USD152,24 juta dibanding tahun sebelumnya USD131,47 juta.
Lalu total aset BRPT naik menjadi USD9,43 miliar hingga 31 Maret 2023 dibanding posisi akhir Desember 2022 sebesar USD9,24 miliar. Liabilitas perseroan juga naik menjadi USD5,60 miliar dibanding akhir 2022 USD5,52 miliar. Sedangkan ekuitas naik menjadi USD3,82 miliar dibanding Desember 2022 sebesar USD3,72 miliar.
Adapun, BRPT membagikan dividen sebesar USD10 juta atau setara Rp149,94 miliar (kurs jisdor: Rp14.994) dengan tanggal cum dividen, Selasa (20/6). Prajogo Pangestu diperkirakan menerima miliaran guyuran dividen. Asal tahu saja, Prajogo Pangestu merupakan pengendali BRPT dengan kepemilikan saham mencapai 71,16% atau sebanyak 66.710.747.373 saham. Alhasil Prajogo akan meraup dana dividen sebesar Rp106,07 miliar (Rp106.070.088.323,07) dari seluruh dividen yang dibayarkan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.