Sementara itu, menurut dia, raihan skor GCG sebesar 85,05 juga akan menjadi daya tarik bagi investor untuk memiliki saham PHE. Hal ini meningkatkan kepercayaan calon investor mengenai tata kelola dan akan menjadi perhatian para penanam modal.
"Melalui IPO, peluang PHE dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya di pengembangan bisnis hulu di luar negeri menjadi semakin besar. Sebab, melalui IPO, PHE jadi jadi lebih dikenal dan dapat menyejajarkan kapabilitasnya dengan perusahaan-perusahaan hulu migas besar di luar negeri," katanya.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan bahwa PHE dan juga subholding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III yakni PalmCo, akan melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO tahun ini.
"Kalau yang PTPN dan Pertamina, ya kalau bisa tahun ini, kenapa tidak," katanya di Kompleks DPR Jakarta, Kamis (15/6/2023).
Menurutnya, aksi korporasi ini merupakan momentum untuk meningkatkan ketahanan energi, sebagai upaya untuk meningkatkan produksi minyak dan gas di dalam negeri.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.