Direktur Utama Hotel Fitra International Joni Rizal, mengungkapkan berbagai katalis positif tersebut akan dimanfaatkan sehingga diharapkan bisa berdampak pada bisnis terutama memulihkan bottom line secara signifikan. Apalagi, faktor pendorong lain adalah tumbuhnya kedatangan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dan domestik di Tanah Air.
Berdasarkan data Pemerintah, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia hingga kuartal ketiga 2022 mencapai 3,92 juta, naik signifikan dari 2021 yakni 1,56 juta.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov Jabar juga mengungkapkan, ada 22 juta wisatawan domestik dan 1.156 wisma berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Jabar. Jumlah kunjungan itu merupakan indikasi positif pertumbuhan industri pariwisata pasca pandemi meski masih jauh dari target di awal tahun yaitu 36 juta wisatawan lokal dan 33.000 wisman.
“Kami sangat optimistis bahwa bisnis di tahun-tahun mendatang akan tumbuh berkelanjutan dan mampu menjadi yang terbaik di kelasnya serta senantiasa mampu memberikan nilai tambah yang terbaik bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan,” ujar Joni Rizal.
Sepanjang 2022, FITT membukukan pendapatan Rp10,50 miliar, naik 20% dari tahun sebelumnya Rp8,76 miliar. Peningkatan ini terjadi seiring dengan peningkatan aktivitas wisata dan seremonial masyarakat pasca pandemi.
Pada awal 2022, manajemen menetapkan target pendapatan Rp9,08 miliar dan terealisasi Rp 10,50 miliar atau lebih tinggi 16,5%.
Meski pendapatan naik di 2022, Perseroan masih merugi Rp5,99 miliar dari rugi tahun sebelumnya Rp5,42 miliar.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.