JAKARTA - Perusahaan pesawat luar angkasa dari Inggris, Virgin Galactic berhasil menyelesaikan penerbangan luar angkasa komersial pertama setelah mengembangkan lebih dari satu dekade.
Dengan misi Galactic01, Virgin Galactic memastikan keberhasilan penerbangan luar angkasa perdana setelah meluncurkan pesawatnya bernama VSS Unity dari kapal induk VMS Eve dan berhasil mencapai ketinggian sekitar 52 mil yang merupakan tepi angkasa.
Pesawat itu kembali ke bumi hampir 15 menit kemudian di pangkalan perusahaan Spaceport America dekat Truth or Consequences, New Mexico, Amerika Serikat.
Klien pertama Virgin Galactic adalah Pemerintah Italia, yang bertujuan melakukan penelitian gaya berat mikro. Adapun para awak yang ikut dalam penerbangan luar angkasa itu, Kolonel Angkatan Udara Italia Walter Villadei, letnan Angkatan Udara dan ahli bedah penerbangan Kolonel Angelo Landolfi, dan seorang anggota dewan penelitian yang bertindak sebagai insinyur penerbangan dan spesialis muatan Pantaleone Carlucci.
Pesawat luar angkasa VSS Unity dipiloti oleh pensiunan Letnan Kolonel Angkatan Udara AS Michael Masucci dan Nicola Pecile, dengan pelatih Virgin Galactic Colin Bennett juga ikut di dalamnya.
Sebelum penerbangan komersial, Virgin Galactic telah melakukan total lima penerbangan luar angkasa berawak, yang terakhir pada akhir Mei dengan empat karyawan di dalamnya. Namun, perusahaan telah mengalami banyak kesulitan untuk sampai ke titik itu.
Setelah beberapa tes sukses pesawat luar angkasa SpaceShipTwo di atas kapal induk WhiteKnightTwo pada 2013, VSS Enterprise milik Virgin Galactic justru malah mengalami bencana dengan jatuh pada 2014 menewaskan kopilot dan melukai pilot secara serius.
Kemudian Virgin Galactic kembali melakukan pengujian penerbangan dengan uji luncur VSS Unity pada 2016, dan kapal akhirnya berhasil mencapai luar angkasa di 2018.
Penerbangan luar angkasa berawak penuh pertama perusahaan terjadi pada 2021, ketika Unity mencapai ketinggian 53,4 mil dengan pendiri Richard Branson di dalamnya. Namun, layanan penerbangan komersialnya sempat tertunda beberapa kali karena berbagai alasan, terakhir karena masalah terkait kapal induk VMS Eve.