JAKARTA - Pemerintah menegaskan tidak akan ada lagi penerimaan tenaga non ASN atau honorer. Pasalnya jumlah tenaga honorer yang ada sekarang sudah sangat membengkak.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) juga menegaskan bahwa dari awal perkiraan jumlah tenaga non-ASN sekitar 400.000. Namun, setelah di data Kembali totalnya mencapai 2,3 juta dengan mayoritas duduk di pemerintahan daerah.
Oleh karena itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas meminta Pemerintah Daerah (Pemda) serta Kementerian dan Lembaga pemerintah non-kementerian tidak lagi merekrut tenaga honorer.
Terdapat pembahasan juga kalau, perekrut tenaga honorer secara serampangan dapat merusak jumlah kebutuhan formasi ASN serta kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tidak sesuai.
"Teman-teman di daerah tidak boleh lagi merekrut sembarangan, kan sudah tidak boleh ini. Sumbernya ini, sebenarnya, salah satunya selain pusat ada di daerah," Anas menyampaikan.