Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Reshuffle Kabinet Jokowi hingga Pengaruhnya di Pasar Modal

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Senin, 17 Juli 2023 |16:41 WIB
<i>Reshuffle</i> Kabinet Jokowi hingga Pengaruhnya di Pasar Modal
BEI (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyita perhatian para pelaku pasar modal. Selain kabar neraca dagang RI yang mengalami surplus pada periode Juni, investor turut menyoroti sejumlah tokoh yang dipilih Jokowi masuk dalam struktur kabinetnya.

Dari sejumlah nama yang dilantik Jokowi, sosok Rosan Perkasa Roeslani yang mengisi kursi Wakil Menteri BUMN II untuk mengurusi bidang sektor keuangan menjadi perhatian pasar. Diketahui mantan Ketua Umum Kadin ini cukup memiliki pengaruh yang besar di pasar modal.

"Ada sentimen yang bersentuhan dengan kebijakan, karena di sana muncul nama pak Rosan, jadi ada sentimen untuk emiten-emiten BUMN khususnya di emiten Karya dan Bank" kata Head of Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Roger MM saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Senin (17/7/2023).

Mengutip sejumlah sumber, pria kelahiran Jakarta ini bersama Sandiaga Salahuddin Uno pernah mendirikan Republik Indonesia Finance yang akhirnya bertransformasi menjadi Recapital Group pada tahun 2002. Perusahaan keuangan itu mampu tumbuh cukup besar, meskipun izin sejumlah entitasnya sempat dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terlepas dari hal itu, Rosan cukup dekat dengan urusan investasi termasuk dekat dengan Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia mengingat keduanya besar dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Pada kuartal III-2022, Roslan yang menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat kala itu sempat mendampingi Menko Investasi dan Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Patria Sjahrir saat mengunjungi New York Stock Exchange (NYSE) pada akhir September 2022.

Dalam akun Instagramnya (6/8/2022), Rosan sempat menyebut soal keberlanjutan kolaborasi antar-kedua bursa tersebut untuk dapat memfasilitasi perusahaan melantai (listing) atau dual-listing di NYSE dan BEI.

Rosan juga menyinggung soal pertumbuhan pasar modal Indonesia yang positif di tengah terpaaan sentimen global. Baginya, pasar modal RI menjadi peluang bagi investor asing untuk menanamkan modalnya baik di BEI ataupun melalui dana kekayaan abadi atau sovereign wealth fund (SWF), yakni Indonesia Investment Authority (INA).

"Semoga ke depan semakin banyak perusahaan Indonesia ekspansi ke pasar global dan mencatatkan saham perdana di BEI dan di NYSE," kata Rosan.

Sejumlah survei sebelumnya menilai kebijakan Presiden Jokowi sudah pro-pasar. Indikatornya adalah semakin banyak perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (IPO) di bursa, sekaligus kepercayaan investor asing di RI, terbukti dari aliran masuknya investasi asing di RI yang mencapai puluhan triliun.

Secara umum Roger menilai exposure reshuffle kabinet belum memberikan dampak yang signifikan terhadap market, dalam hal ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement