JAKARTA – Indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar menguat setelah data menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga turun minggu lalu, meningkatkan ekspektasi Federal Reserve dapat terus menaikkan suku bunga.
Melansir Antara, Jumat (21/7/2023), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,59% menjadi 100,8764 pada akhir perdagangan, mencapai level tertinggi dalam sepekan.
Klaim pengangguran awal AS turun 9.000 dari minggu sebelumnya menjadi 228.000 untuk pekan yang berakhir 15 Juli, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (20/7/2023). Rata-rata pergerakan empat minggu klaim, yang meratakan beberapa volatilitas mingguan, turun 9.250 menjadi 237.500.
Laporan klaim pengangguran AS terus mencerminkan pasar tenaga kerja yang ketat, yang dapat berkontribusi pada kinerja dolar AS menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) minggu depan.
Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun AS pada Kamis (20/7/2023) naik lebih dari 11,5 basis poin menjadi 3,855% setelah laporan tersebut.
"Pasar telah mencari tanda-tanda PHK di AS dan itu tidak terwujud," kata Adam Button, kepala analis mata uang di ForexLive di Toronto.