Proses ketiga adalah go online, yang dalam prosesnya pelaku UMKM mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait social media ads, marketplace, hingga pembuatan website dan konten digital.
Terakhir adalah go global dimana UMKM didorong siap ekspor.
“Keempat proses tersebut disesuaikan kebutuhan. Setelah pelatihan atau workshop, mereka buat laporan. Ada UMKM yang benar-benar loyal. Dari awal dia benar-benar tradisional. Kemudian ikut semua pelatihan dan diaplikasikan ke bisnisnya. Dia kasih laporan ikut pameran, business matching dengan instansi terkait itu standar kita untuk melihat bahwa pelatihan kita ada hasilnya dan bermanfaat. Kami pun ada form feed back dari pelaku UMKM yang sudah ikut pelatihan itu,” papar Condro.
Respon pelaku UMKM pun mayoritas positif melalui form feed back tersebut. Dengan rerata apresiasi hingga di atas 80 persen atas kesuksesan pelatihan yang diberikan oleh RUBY. Alhasil upaya dari RUBY bisa dikatakan sukses.
Selain itu, UMKM pun dibina agar melek terhadap inklusi keuangan. RUBY kerap mereferalkan pelaku UMKM untuk mengakses layanan jasa keuangan dari BRI.
Di sisi lain kesuksesan RUBY pun terlihat dari beberapa UMKM yang berhasil didorong menembuas pasar internasional dengan melakukan ekspor secara konsisten.
Untuk membawa UMKM ke pasar global, ada upaya kerja sama yang dirajut dengan beberapa kedutaan besar di berbagai negara.