Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Tangguhkan Impor Sapi Pasca Terdeteksi Penyakit LSD di Australia

Himayatul Azizah , Jurnalis-Rabu, 02 Agustus 2023 |16:05 WIB
RI Tangguhkan Impor Sapi Pasca Terdeteksi Penyakit LSD di Australia
Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman. (Foto: Antara)
A
A
A

“Karena terus terang untuk lokal masih berat untuk pemenuhan di industri khususnya. Juga dari sisi harga,” imbuhnya.

Adhi juga menuturkan upaya antisipasi juga perlu dilakukan lantaran saat ini kawasan ASEAN sudah memiliki perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement) sehingga produk-produk berbasis daging kini bebas bea masuk nol persen.

Ia mengkhawatirkan, jika Indonesia kekurangan pasokan daging, maka industri berbasis daging seperti bakso, sosis dan corned beef, akan kehilangan daya saingnya di pasar ASEAN.

“Sementara kalau kita tidak antisipasi ini, kita akan kalah dengan negara-negara tersebut. Makanya kita harus lebih banyak memperluas pasokan daging dari mancanegara. Tapi, saya setuju memang kita harus hati-hati dengan penyakit (hewan),” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) telah menangguhkan impor sapi dari empat fasilitas peternakan di Australia pasca terdeteksi penyakit Lumpy Skin Diseases (LSD) secara klinis pada sapi.

Barantan pun langsung berkoordinasi dengan pemerintah Australia melalui Department Agriculture, Fisheries and Forestry (DAFF) untuk menginvestigasi temuan LSD pada empat peternakan yang ditangguhkan.

 BACA JUGA:

“Penangguhan ini dilakukan sampai dengan hasil investigasi temuan penyakit LSD lebih lanjut. Ekspor sapi hidup dari Australia tetap dapat berjalan dari 56 peternakan atau premises dari total 60 yang terdaftar,” kata Kepala Barantan Bambang.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement