Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beli Rumah Rp2 Miliar Bebas Pajak, Sri Mulyani Bidik Orang dengan Tabungan di Atas Rp500 Juta

Michelle Natalia , Jurnalis-Senin, 06 November 2023 |20:06 WIB
Beli Rumah Rp2 Miliar Bebas Pajak, Sri Mulyani Bidik Orang dengan Tabungan di Atas Rp500 Juta
Beli Rumah Rp2 Miliar Bebas Pajak. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Insentif berupa PPN ditanggung pemerintah (DTP) mulai diberlakukan bulan ini hingga Desember 2024. Adapun syarat utamanya adalah fasilitas PPN DTP diberikan kepada 1 NIK/NPWP untuk 1 unit rumah tanpa ada syarat baru apapun untuk memberikan eksekusi yang maksimal tahun ini.

"Fasilitas PPN DTP ini untuk meningkatkan penyerapan rumah-rumah yang sudah dibangun, sudah ada, jadi memunculkan demand/permintaan. Jadi kalau ini terserap, harapannya developer real estate bisa mulai membangun kembali untuk 2024," ucap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (6/11/2023).

Dengan adanya insentif ini, Sri berharap orang-orang pribadi dengan tabungan di atas Rp500 juta bisa segera membelanjakan uangnya.

"Kami melihat jumlah orang dengan tabungan di atas Rp500 juta masih cukup besar dan cenderung naik, jadi demandnya memang dari mereka yang dananya ada di perbankan," sambung Sri.

Bahkan, masyarakat yang sudah pernah menerima fasilitas PPN DTP di masa pandemi Cocid-19 tetap bisa menikmati fasilitas ini.

"Kami tidak menambahkan prasyarat lain, karena kalau nanti disortir lagi, ya nggak akan bisa tereksekusi pula," tandas Sri.

Adapun fasilitas/program PPN DTP ini diberlakukan untuk pembelian rumah dengan harga di bawah Rp2 miliar sebesar 100% untuk periode November 2023 sampai bulan Juni 2024. Untuk periode sampai Desember 2024, akan diberi subsidi PPN DTP 50%.

Subsidi juga diberikan untuk pembelian rumah baru dengan harga mencapai Rp5 miliar, namun, PPN DTP 100% hanya diberikan untuk Rp2 miliar pertama.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement