“Apa pun daya beli yang merajalela pada hari Jumat, tidak ada lagi saat ini sehingga banyak dari saham-saham tersebut yang kembali turun, dan imbal hasil (yield) sedikit lebih tinggi,” kata Massocca.
Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun yang menjadi acuan, yang turun ke level terendah lima minggu pada hari Jumat, berbalik arah hingga mencapai level tertinggi 4,668% pada hari Senin, menjelang lelang Treasury minggu ini sekitar $112 miliar dalam obligasi tiga tahun dan Surat utang 10 tahun, serta obligasi 30 tahun.
Sesi ini menandai kenaikan keenam berturut-turut untuk Dow dan S&P 500 dan kenaikan ketujuh berturut-turut untuk Nasdaq. Rekor tersebut merupakan yang terpanjang bagi S&P 500 sejak awal Juni, sejak Juli untuk Dow, dan sejak Januari untuk Nasdaq.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.