Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Fakta Produk Teknologi Israel Diboikot Dunia

Arfiah , Jurnalis-Sabtu, 11 November 2023 |03:33 WIB
3 Fakta Produk Teknologi Israel Diboikot Dunia
Deretan produk israel yang diboikot dunia (Foto: Reuters)
A
A
A

2. Produk Israel yang Dijual di Indonesia

Setidaknya terdapat lima produk Israel yang dijual di Indonesia. Produk yang beredar di Indonesia pun beragam, mulai dari produk farmasi hingga mainan anak-anak.

Produk-produk tersebut, antara lain Teva Pharmaceutical Industries, yakni perusahaan farmasi asal Israel. Kemudian terdapat Taf Toys, perusahaan penyedia perlengkapan bayi asal Israel.

Ada pula perusahaan ZAG Industries Ltd, yang menyediakan berbagai peralatan pertukangan dan peralatan rumah tangga. Lalu, Jeruk Shantang, produk dari Israel yang telah memasuki pasar Indonesia sejak 2012. Mereka telah mengekspor puluhan bahkan ribuan ton jeruk.

Terakhir, terdapat Ahava, yang menyediakan produk kecantikan. Produk yang ditawarkan mulai dari pelembab, serum, dan pembersih yang diformulasikan untuk menutrisi dan merevitalisasi kulit.

3. Maraknya Gerakan Boikot Produk Israel

Maraknya gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) mengalami peningkatan di beberapa negara lantaran perang Israel-Hamas. BDS merupakan gerakan boikot (penolakan) dari konsumen agar dapat meyakinkan para pelaku perdagangan di seluruh dunia untuk berhenti menjual produk dari Israel.

Tujuan dari BDS sendiri untuk dapat memberikan tekanan ekonomi kepada Israel agar dapat memberikan hak setara kepada Palestina.

Selain itu, BDS mencakup perusahaan yang melibatkan pemukiman ilegal, mengeksploitasi sumber daya alam dari Palestina, dan menggunakan warga Palestina sebagai tenaga kerja murah.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement