JAKARTA - Kementerian Perhubungan memastikan operasional Bandara Internasional Minangkabau tidak tidak terganggu erupsi Gunung Marapi. Hal tersebut dinyatakan setelah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan sejumlah pemeriksaan terkait infrastruktur dan operasional penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan M. Kristi Endah Murnimengatakan berdasarkan informasi Ash Notice to Airmen (Ashtam) yang diterbitkan oleh AirNav Indonesia no WAWR2785 tanggal 6 Desember 2023 pukul 07:30 WIB, sebaran abu vulkanik terdeteksi mengarah ke barat daya dengan ketinggian flight level 150.
Sedangkan berdasarkan data dari aplikasi System of Indonesian Aviation Meteorology (SIAM) milik Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik tidak menyentuh lokasi Bandara Internasional Minangkabau.
“Operasional penerbangan di Bandara Minangkabau masih berjalan normal dan tidak ada penerbangan yang terdampak,” ujar Kristi dalam keterangan tertulis, Kamis (7/12/2023).
Kristi juga menyampaikan bahwa berdasarkan pengujian secara kasat mata menggunakan paper test juga dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya abu vulkanik di area Bandara Internasional Minangkabau.
Adapun Kristi menuturkan, sejak mendapatkan laporan terjadinya erupsi di Gunung Marapi, ia telah memerintahkan agar Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang untuk selalu melakukan koordinasi intensif dengan semua stakeholder penerbangan agar melakukan mitigasi terhadap pelayanan lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau untuk menghindari area terdampak abu vulkanik.