Pada kesempatan ini, kedua pemimpin pun turut mebicarakan tentang rencana untuk memperkokoh dan mempererat hubungan kedua negara di masa depan melalui pendalaman kerja sama di berbagai sektor strategis, salah satunya sektor ekonomi.
“Singapura merupakan mitra dagang dan investasi utama Indonesia. Tercatat hingga September tahun ini realisasi investasi mencapai USD12,1 miliar sementara, total perdagangan mencapai USD22 miliar,” papar Wapres.
Oleh karena itu, Wapres meminta agar kemitraan ekonomi ini perlu diperkuat melalui pengembangan kerja sama ekonomi syariah dan produk halal.
Wapres menilai, pada tahun 2028 nilai produk halal global diperkirakan mencapai lebih dari USD11 triliun. Serta sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki cita-cita untuk menjadi pusat halal global, yang upayanta telah dimulai dengan mendirikan 3 Kawasan Industri Halal (KIH) di Bintan, Serang, dan Sidoarjo.
“Peluang ini harus ditangkap bersama oleh Indonesia dan Singapura,” urainya.
“Saya harap Singapura dapat menjadi mitra pengembangan industri ini, dan mendorong penyelesaian,” tambahnya.
Kedua, kerja sama di bidang kesehatan. Sebagaimana yang telah berjalan, Indonesia dan Singapura telah menandatangani perjanjian kerja sama kesehatan yang mencakup peningkatan pelayanan dan teknologi kesehatan.
Ke depan, Wapres berharap, agar kerja sama ini dapat semakin diperdalam mengingat banyaknya masyarakat dari kedua negara yang saling berkunjung untuk mendapatkan layanan kesehatan dari masing-masing negara.
“Saya berharap implementasi perjanjian kerja sama kesehatan ini terus didorong,” ungkap Wapres.
“Saya harap Ke depannya para investor Singapura dapat terus aktif terlibat dalam meningkatkan kualitas infrastruktur kesehatan Indonesia, termasuk di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur, Bali. Saya juga mengapresiasi antusiasme pengusaha Singapura yang turut serta dalam Misi Bisnis Layanan Kesehatan Singapura ke Indonesia pada bulan Oktober lalu. Harapan saya, tindak lanjut kegiatan misi bisnis ini dapat segera direalisasikan,” harapnya.
Ketiga, Wapres juga menyoroti kerja sama di bidang pendidikan dan pariwisata.
BACA JUGA:
Indonesia dan Singapura menurutnya telah menyepakati perjanjian kerja sama di bidang pendidikan, kepemudaan, serta pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak.
Karena itu Wapres menyakini bahwa kedua negara memberi arti penting bagi pendidikan dan pengembangan SDM.
“Menekankan pentingnya reaktivasi Kelompok Kerja Bersama Bidang Pendidikan Indonesia–Singapura,” tegas Wapres.
“Saya juga menyoroti bahwa peluang kerja sama di sektor pariwisata masih terbuka lebar,” paparnya.
Menutup pertemuan, Wapres menyampaikan harapannya agar hubungan baik antara Indonesia dan Singapura dapat berlanjut dan berkesinambungan, serta berharap kedua negara dapat segera menyelesaikan harmonisasi protokol cruise, untuk memudahkan wisatawan Singapura berlibur ke Indonesia.
“(Sebab) Singapura merupakan salah satu negara dengan jumlah wisatawan tertinggi ke Indonesia,” tandasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.