Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lifting Migas PHR Tembus 59 Juta Barel Selama 2023

Arfiah , Jurnalis-Senin, 01 Januari 2024 |19:18 WIB
Lifting Migas PHR Tembus 59 Juta Barel Selama 2023
Pertamina Hulu Rokan Lifting Migas (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan melaporkan lifting migas sebesar 59 juta barel lebih selama tahun 2023 atau naik sebesar 1,7 juta barel dibanding capaian sebanyak 57,3 juta barel tahun 2022.

"Satuan Kerja Khusus (SKK) Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) mengapresiasi atas pencapaian PHR WK Rokan selama 2023," kata Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus dalam keterangannya dikutip Antara, Senin (1/1/2024).

SKK Migas juga mengapresiasi sinergi yang baik dengan Pemerintah Provinsi Riau, pemerintah kabupaten, aparat keamanan kepolisian, TNI serta Kejaksaan dalam penyelesaian kendala-kendala penyiapan lokasi pengeboran, kata Rikky Rahmat Firdaus pula.

Ia mengatakan SKK Migas Perwakilan Sumbagut akan terus meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, kabupaten/kota dan aparat keamanan untuk bersinergi dalam menyelesaikan tantangan-tantangan operasi pada tahun 2024 agar target KKKS khusus PHR WK Rokan dapat tercapai.

"Sejak alih kelola WK Rokan, PHR telah melakukan lebih dari 1.000 tajak sumur baru untuk mendukung ketahanan energi nasional. Sedangkan lifting terakhir pada akhir tahun 2023 melengkapi rata-rata produksi harian sekitar 162 ribu barel minyak per hari (BOPD)," katanya.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan bahwa pencapaian PHR dalam pemenuhan energi nasional sangat baik, bahkan saat ini menjadi yang tertinggi di tanah air.

"Kami apresiasi atas pencapaian PHR di 2023, tahun depan mudah-mudahan lebih gemilang. Kegiatan migas PHR selama ini telah berjalan lancar, andal dan selamat. Semoga tahun 2024 bisa melakukan persiapan dan pencapaian yang lebih baik lagi untuk mendukung ketahanan energi nasional. Tetap jaga safety, lifting tercapai, jumlah sumur meningkat dan lain lain," katanya.

EVP Upstream Business PT PHR Edwil Suzandi menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan PHR dalam menjaga produksi pada tahun 2023, yakni dengan melakukan inovasi teknologi guna meningkatkan produksi dari sumur-sumur migas WK Rokan.

"Kami terus berupaya menahan laju penurunan produksi alamiah dengan menerapkan praktik-praktik dan kinerja terbaik dalam operasi. Aktivitas ini memiliki tujuan mulia untuk pemenuhan energi nasional, dan alhamdulillah saat ini kita menjadi produsen minyak terbesar di Indonesia. Capaian rata-rata produksi pada 2023, PHR telah mencapai lebih dari seperempat produksi migas nasional dari areal BMN tanah yang dikelola seluas 50.800 ha lebih," katanya pula.

Edwil menjelaskan lebih dari 59 juta barel produksi PHR yang dilifting tahun 2023 terdiri dari Sumatran Light Crude dan Duri Crude. Seluruh lifting produksi PHR disalurkan ke kilang domestik Pertamina.

"Untuk mendukung pencapaian target lifting nasional, PHR memastikan keandalan peralatan, kesiapan personel serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan peraturan yang berlaku. Hal tersebut juga untuk mendukung operasi 24 jam terkait penimbunan dan penyaluran minyak mentah," kata Edwil lagi.

Dalam operasi WK Rokan tersebut, PHR juga bersinergi dengan SKK Migas dan PT Kilang Pertamina International (KPI) dalam memastikan seluruh minyak produksi PHR di tahun 2023 dapat terlifting dan disalurkan ke kilang-kilang Pertamina.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement