Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diduga Ada Impor Alat Kampanye, Omzet UMKM Penjual Atribut Anjlok 90%

Rasbina Br Tarigan , Jurnalis-Senin, 08 Januari 2024 |19:16 WIB
Diduga Ada Impor Alat Kampanye, Omzet UMKM Penjual Atribut Anjlok 90%
UMKM Penjual Atribut Kampanye Merugi di Pemilu Tahun Ini. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menduga ada impor pembelian alat kampanye Pemilu dari luar negeri. Hal ini menjadi salah satu penyebab omzet UMKM penjual atribut kampanye turun hingga 90%.

“Beberapa Pemilu yang kemarin yang 5 atau 10 tahun lalu banyak pemesanan barang-barang ke UMKM. Sekarang pesanan itu lari ke e-commerce dan juga yang kita tahu e-commerce barangnya dari luar negeri,” kata Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM Yulius, dikutip dari Antara, di Jakarta, Senin (8/1/2024).

Menurutnya, pemesanan alat kampanye dari luar negeri masih merupakan dugaan karena isu tersebut didapatkannya usai melakukan wawancara kepada 15 orang pelaku UMKM yang berjualan di Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen Jakarta.

Praktik pembelian alat peraga kampanye seperti kaos, kemeja, jaket atau topi tersebut disebutnya sebagian besar dilakukan melalui e-commerce.

“Datanya tidak ada. Kita lihat, datanya tidak ada. Jadi beli online, misalnya barang dari China mereka (tambah) gambar Garuda dengan distempel, gambar atau lambang PDIP distempel,” ucapnya.

Selain karena harga yang ditawarkan penjual dari luar negeri lebih murah, Yulius juga menduga peserta Pemilu yang sudah memesan produk untuk kampanye melalui pelaku usaha mitra dari partai tersebut juga menjadi penyebab kampanye tidak berdampak signifikan pada pengusaha dalam negeri.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang pedagang di Pasar Tanah Abang, Dody Ariyanto, mengaku bahwa pembelian atribut peraga kampanye dari luar negeri acap kali didengarnya dari mulut ke mulut sesama pedagang. Namun penjualannya tidak dilakukan secara terang-terangan dengan cara dijajakan langsung di toko, melainkan langsung dikirim dari luar negeri ke alamat peserta Pemilu.

“Hanya mendengar dari mulut ke mulut tapi kita tau lah karena memang barang yang dari luar itu masuk dengan harga murah. Hanya saja, kita memang tidak mau mencari tau sampai ke sana lah, kita berjualan saja,” tuturnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement