JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut anggaran bantuan sosial (bansos) pada APBN 2024 sejumlah Rp496 Triliun. Angka ini naik dibandingkan APBN 2023 yang berjumlah Rp476 triliun.
Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa akan terus dilakukannya monitoring dalam penyaluran bansos. Penggunakan anggaran bansos juga akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi yang ada.
Baru-baru ini bansos berupa BLT menjadi sorotan. Hal ini disebabkan karena dana BLT yang harusnya diberikan pada periode Januari -Maret, akan tetap atas putusan pemerintah Jokowi pembelian dilakukan sekaligus pada Februari dimana ini berbarengan dengan Pemilu.
Sejumlah pengamat mengkhawatirkan distribusi dana bansos digunakan untuk kepentingan politik dalam pemilihan presiden nanti. Namun, Sri Mulyani menegaskan bahwa program bansos sudah ada dalam anggaran APBN.
"Saya ingin menekankan pada teman-teman media, bansos itu adalah instrumen dalam APBN. APBN adalah undang-undang. Undang-undang APBN itu dibahas bersama seluruh partai politik, fraksi di Senayan dan sesudah menjadi undang-undang dia menjadi instrumen negara bersama," jelas Sri Mulyani.
Baca Selengkapnya: Anggaran Bansos Naik Rp20 Triliun Jadi Rp496 Triliun, Begini Penjelasan Sri Mulyani
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.