JAKARTA - Bantuan Sosial (Bansos) disampaikan akan cair lagi di Februari 2024. Namun, anggaran tersebut ternyata dinyatakan naik hingga Rp20 triliun oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Berdasarkan penelusuran Okezone, Senin (5/2/2024), berikut 5 fakta bansos yang akan cair jelang pemilu dan anggaran yang naik Rp20 triliun.
1. Anggaran Bansos Mencapai Rp496 Triliun
Anggaran untuk bansos pada APBN 2024 mencapai Rp496 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, angka tersebut naik Rp20 triliun dibandingkan anggaran serupa di APBN 2023, yaitu Rp476 triliun.
"Tahun ini 2024 Bansos di dalam APBN kita nilainya Rp496 triliun jadi beda Rp20 triliun, ini tentu nanti realisasi dan perkembangannya akan terus kita monitor tetapi poin saya angka Rp476 triliun tahun lalu dan Rp496 triliun tahun ini," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK.
2. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi baru saja merilis bansos berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) berjudul mitigasi risiko pangan untuk 18,8 juta penerima. Setiap penerima akan mendapatkan BLT dengan total Rp600 ribu.
Jumlah uang tersebut sebenarnya diberikan untuk periode bulan Januari-Maret. Namun, Jokowi memutuskan pemberian akan dilakukan sekaligus pada Februari bersamaan dengan pelaksanaan Pemilu.
3. Adanya Kekhawatiran Bansos sebagai Instrumen Politik
Bengkaknya anggaran bansos membuat sejumlah pengamat khawatir. Mereka takut jika bansos akan digunakan untuk kepentingan menggaet pemilih dalam kontestasi pemilihan presiden.
Namun, Sri Mulyani mengatakan bahwa bansos merupakan program yang memang sudah dianggarkan dalam APBN.
"Saya ingin menekankan pada teman-teman media, bansos itu adalah instrumen dalam APBN. APBN adalah undang-undang. Undang-undang APBN itu dibahas bersama seluruh partai politik, fraksi di Senayan dan sesudah menjadi undang-undang dia menjadi instrumen negara bersama," kata dia.
4. Mekanisme Bansos
Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa bansos dilakukan dengan mekanisme melalui Kementerian Sosial dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) serta data tambahan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang berfokus pada upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Jadi, eksekutor untuk program seperti PKH dan Kartu Sembako itu melalui Kementerian Sosial. Kalau bantuan pangan dalam bentuk beras eksekutornya itu adalah Badan Pangan Nasional (Bapanas),” ujarnya.
5. Bansos yang akan Cair di Februari 2024
Beberapa bansos yang akan cair di Februari 2024 adalah bansos PKH dan Kartu Sembako, bansos beras 10 kg, dan BLT Rp200.000.
Berikut penjelasan mengenai bansos-bansos tersebut:
- Bansos PKH dan Kartu Sembako
Bansos termasuk dalam program perlindungan sosial (perlinsos) yang mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 9,9 juta keluarga penerima manfaat (KPM), Kartu Sembako untuk 18,7 juta KPM.
- Bansos Beras 10 Kg
Pencairan bansos beras 10 kg terus dilakukan pemerintah hingga saat ini. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memperpanjang pemberian bansos beras 10 kg hingga Juni 2024.
- BLT Rp200.000
Pemerintah akan kembali menyalurkan BLT Rp200.000 per bulan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk memitigasi risiko pangan. BLT ini pengganti BLT El Nino.
BLT Rp200.000 diberikan 3 bulan, mulai dari Januari, Februari dan Maret 2024. Namun, pencairannya dilakukan sekaligus pada Februari, dengan demikian masyarakat akan mendapatkan BLT Rp600.000.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)