JAKARTA - Program makan siang gratis disebut-sebut memakan anggaran Rp500 Triliun, jauh lebih besar dibandingkan bangun IKN.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memprediksi kebutuhan biaya untuk merealisasikan program makan siang gratis tembus Rp500 triliun. Angka tersebut bahkan jauh lebih besar dari estimasi pembiayaan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sekitar Rp466 triliun.
Program tersebut dinilainya memerlukan banyak persiapan yang matang untuk menghindari krisis pangan. Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 pencetus program makan siang gratis, hingga kini banyak menimbulkan pro dan kontra.
Berdasarkan catatan Okezone, Sabtu (2/3/2024), berikut 10 fakta program makan siang gratis dibahas Jokowi dan bakal masuk APBN 2025:
1. Satu Anak Dapat Jatah Rp15 Ribu
Berdasarkan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, target dalam program makan siang gratis adalah 1 orang anak mendapatkan jatah makan siang sebesar Rp15.000 dengan lauk yang disesuaikan ke depannya.
"Menunya nanti dilepaskan ke daerah masing-masing, kita tidak menyeragamkan. Merata di seluruh Indonesia sebesar Rp15 ribu per orang," ujar Menko Airlangga.
2. Jatah Rp15 Ribu Belum Termasuk Susu
Airlangga mengatakan bahwa anggaran Rp15 ribu untuk makan siang gratis itu masih di luar susu. Dengan kata lain, hanya untuk nasi dan lauk pauk saja yang akan disesuaikan setiap daerah untuk isi sepiring nasinya.
"Itu kan dibuat macam-macam, nanti akan ada pembahasan, ini di luar susu," ucap Airlangga.
3. Target Penerima
Berdasarkan rincian Airlangga, dia menjelaskan bahwa penerima manfaat program makan siang gratis ini targetnya akan menyasar ibu hamil dan balita. Target tersebut berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, setidaknya ada sekitar 22,3 juta orang yang potensial untuk bisa menikmati program tersebut.
Kemudian program tersebut juga direncanakan akan menyasar 7,7 juta anak TK, 28 juta anak SD dan sederajat, serta 12,5 juta anak SMP.
4. Dibahas Pada Sidang Paripurna
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) program makan siang gratis masuk dalam pembahasan.
"Tadi, ada saya lihat sepintas karena waktunya cukup singkat, tidak dibahas secara detail," kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
5. Masuk APBN 2025
Program makan siang gratis akan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sesuai bahasan pada Rapat Kabinet Paripurna (RKP) yang dipimpin Presiden Jokowi), di Istana Kepresidenan, Jakarta.
“Tadi kan kita bahas tentang RKP, ini kan baru rapat awal saja. Nanti dalam rapat kedua akan dilakukan pembahasan. Tetapi secara umum bahwa program-program prioritas Presiden terpilih pak Prabowo, mas Gibran itu sudah akan diakomodir, supaya di saat 2025 itu langsung running, langsung jalan,” ungkap Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
6. Tanggapan Sri Mulyani
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa anggaran program makan siang gratis akan dilihat dari pagu indikatif.
Sri menjelaskan bahwa saat ini sedang mengkaji pagu indikatif sebagai ancar-ancar pagu anggaran yang tepat untuk melaksanakan program makan siang gratis yang akan ditempatkan kepada kementerian lembaga yang sesuai sebagai pedoman dalam penyusunan rencana kerja (renja) selanjutnya.
“Kan ini nanti masih di dalam Program. Kalau detail ya kita lihat di dalam pembahasan mengenai pagu indikatif masing-masing Kementerian Lembaga,” kata Sri Mulyani di Istana Kepresidenan, Jakarta.
7. APBN 2025 Bisa Defisit Hingga 2,8%
Airlangga menjelaskan bahwa dalam RAPBN 2025 diproyeksikan defisit APBN mencapai 2,4% - 2,8%. Namun demikian, menurutnya program makan siang gratis masih bisa dimasukkan di tengah proyeksi defisit APBN tersebut.
"Jadi terkait program kita lihat terkait defisit anggaran yang mencapai 2,4% - 2,8% itu untuk program yang menjadi quick win daripada Presiden terpilih nanti atau pemerintahan mendatang itu pos-pos nya sudah bisa masuk," papar Menko Airlangga.
Menko Airlangga menyebutkan saat ini Pemerintah juga sudah mengantongi data atau jumlah calon penerima program makan siang gratis, sehingga defisit APBN tersebut masih sudah masuk dalam perhitungan pemerintah.
8. Peringatan Bank Dunia
Bank Dunia memperingatkan bahwa program makan siang gratis harus dirancang dengan matang. Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen menilai anggaran Program Makan Siang Gratis perlu disiapkan secara matang
Menurutnya, pemerintah perlu terlebih dahulu menetapkan dengan pasti bentuk dan sasaran program tersebut, kemudian membandingkannya dengan sumber daya yang dimiliki saat ini.
"Tergantung program seperti apa yang akan dilaksanakan dan bentuknya apa. Semua rencananya harus benar-benar dipersiapkan dan biayanya juga dipersiapkan," kata Satu Kahkonen dikutip dari Antara
9. Bank Dunia Menunggu Rincian
Sebagai perwakilan Bank Dunia, hingga saat ini Satu Kahkonen masih menunggu rincian lebih lanjut Program Makan Siang Gratis dari pemerintah.
"Kami masih menantikan (rincian Program Makan Siang Gratis). Untuk Indonesia pada dasarnya berpegang pada pagu defisit fiskal yang telah ditetapkan sebesar 3% dari PDB, sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujar Satu.
10. Tahap Awal Dimulai 2025
Menurut Airlangga program ini direncanakan bisa dimulai pada tahun 2025 untuk tahap awalnya.
"Sesudah ini bisa dilaksanakan tahun depan (makan siang gratis) sesuai dengan tahapan-tahap yang tadi saya sampaikan. Tahun 2025 sudah bisa dimulai tahap awal," ucap Airlangga.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.