Nah demikian indikator kelayakan bisnis yang umum digunakan. Untuk proyek atau bisnis berjangka panjang (misal jalan tol) ada beberapa indikator lainnya untuk menilai kelayakan bisnisnya. Contohnya IRR (Internal Rate Ratio), Future Value, dll. Tapi 4 indikator di atas sudah cukup mewakili indikator bahwasannya proyek layak atau tidak.
Tujuan BEP
BEP menjadi titik ketika tingkat penjualan dan biaya produksi berada dalam posisi yang sama sehingga perusahaan tidak menghasilkan atau kerugian.
BEP terjadi ketika perusahaan menggunakan biaya tetap (cost management, biaya rutin) dalam sebuah proyek, sedangkan tingkat penjualan hanya mencukupi untuk menutup biaya tetap dan variabel lain.
BEP sangat penting diketahui untuk membantu perusahaan membuat keputusan, seperti menaikkan harga produk atau mengurangi biaya operasional.
Fungsi BEP
Pada prinsipnya, BEP memberitahu Anda terkait tingkat harga, profit, dan metrik lainnya yang harus dicapai agar tidak mengalami kerugian. Sebagai contoh, jika ongkos sebuah produksi sebesar Rp 100 juta, maka perusahaan harus mencapai minimal Rp 100 juta untuk mendapatkan keuntungan.
Tujuan break even point adalah mengurangi biaya produksi, biaya operasional, dan menekan biaya tersebut seminimal mungkin tanpa mengesampingkan kualitas atau kuantitas produk.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.