Kebijakan itu mencakup pengaturan waktu mudik, penyelenggaraan diskon tarif transportasi massal untuk mudik lebih dini, mudik gratis, rekayasa lalu lintas, diskon tarif jalan tol, hingga pengaturan lalu lintas di daerah yang berisiko terjadi kepadatan.
"Angka tersebut meningkat dibanding potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Pada tanggal tersebut, diprediksi ada sekitar 26,8 juta orang (13,7% dari total pemudik nasional) yang akan memenuhi puncak arus mudik. Sedangkan, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 14 Apr 2024 dengan potensi pergerakan sekitar 41 juta orang atau sekitar 21,2% dari total pemudik nasional.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.