
Purnomo Setiawan, salah satu penjual gultik di Bulungan Blok M, Jakarta Selatan. (Foto: Widi A/Okezone)
Dirinya menjelaskan, ada sejumlah manfaat yang dia dapatkan dari transaksi menggunakan QRIS ini. “Kalau saya, lebih pilih pakai ini (QRIS). Karena kan engga ribet. Engga perlu pakai kembalian kan. Tapi memang kalai ada yang mau cash, kita ambil juga. Bisa untuk belanja ke pasar besok paginya,” ungkap dia.
Sebagai informasi, BI mencatat transaksi pembayaran menggunakan QRIS naik 149,46 persen persen pada Januari 2024 mencapai Rp31,65 triliun. Per akhir Januari 2024, jumlah pengguna QRIS tercatat sebanyak 46,37 juta. Sedangkan jumlah merchant mencapai 30,88 juta, di mana sebagian besar merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.