JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa inflasi April 2024 tercatat sebesar 0,25% secara bulanan atau month to month (mtm).
Tercatat dari 38 provinsi Indonesia, sebanyak 34 provinsi alami inflasi secara bulanan. Namun, masih ada 4 provinsi lainnya yang mengalami deflasi.
Plt Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan komoditas yang menyumbangkan andil inflasi adalah barang merah dengan andil 0,14%, emas perhiasan 0,08%, tomat 0,04% serta bawang putih yang memberikan andil inflasi sebesar 0,02%.
“Selain itu terdapat juga komoditas yang memberikan andil inflasi seperti cabai merah sebesar 0,14%, beras dengan deflasi 0,12% hingga telur ayam ras deflasi 0,06%,” sambung Amalia.
Berikut Okezone merangkum fakta inflasi April 2024, harga bawang merah meroket dan beras mengalami penurunan, Senin, (6/5/2024).
1. Inflasi April 2024 Turun 0,25%
Plt Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia menyebutkan bahwa inflasi April 2024 secara bulanan lebih rendah daripada bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu.
Pada April 2024 BPS mencatat inflasi sebesar 0,25%, sementara year on year terjadi inflasi 3,0%.
“Inflasi tertinggi sebesar 1,20% terjadi di Provinsi Papua dan Papua Tengah sementara deflasi terdalam terjadi di Sumatera Barat sebesar 0,30%,” ucap Amalia.
2. Lonjakan Inflasi Harga Bawang Merah
Selama periode Januari 2021 sampai April 2024 bawang merah mengalami tingkat inflasi tertinggi. Tercatat pada April 2024, komoditas bawang merah alami kenaikan atau inflasi sekitar 30,75%.
BPS mengatakan bahwa inflasi bawang merah terjadi akibat penurunan suplai di sebagian wilayah. Akibat kenaikan harga tersebut, andil bawang merah terhadap inflasi April 2024 sebesar 0,14%.
3. Curah Hujan Tinggi
"Sejalan dengan laporan BMKG Maret 2024, curah hujan sangat tinggi terjadi di Jawa Tengah bagian Utara. Kami mencatat peristiwa ini berdampak pada harga bawang merah di April 2024, kenaikan harga disebabkan karena terganggunya produksi di wilayah sentra karena banjir di sepanjang Pantura seperti Brebes, Cirebon, Kendal, Demak, Grobogan, Pati dan lain-lain,” ungkap Amalia, Senin (6/5/2024).
4.Beras Deflasi Sebesar 0,12%
Beras akhirnya mengalami penurunan, hal tersebut terjadi akibat komponen harga mengalami gejolak deflasi setelah sebelumnya mengalami tekanan inflasi selama 7 bulan berturut-turut.
Komoditas beras menjadi salah satu dengan andil sebesar 0,12% pada April 2024. Saat ini deflasi beras terjadi di 28 provinsi dimana 1 provinsi harga beras stabil dan 9 provinsi lainnya mengalami inflasi beras.
“Setelah mengalami inflasi 8 bulan berturut-turut sejak Agustus 2023, beras mengalami deflasi pada April 2024. Hal ini tentunya seiring dengan peningkatan produksi beras dan kita lihat dampaknya tingkat inflasi beras terus menurun hingga alami deflasi pada April 2024 sebesar 2,72% deflasinya dan memberikan andil deflasi 0,12%,” tutur Amalia.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.