Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tol Semarang-Demak Mau Dijual Rp400 Miliar, PUPR: Tak Mungkin Jual Rugi

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 07 Mei 2024 |08:13 WIB
Tol Semarang-Demak Mau Dijual Rp400 Miliar, PUPR: Tak Mungkin Jual Rugi
Rencana PTPP Divestasi Tol Semarang-Demak. (Foto: Okezone.com/Jasa Marga)
A
A
A

KALIMANTAN TIMUR - Kementerian PUPR menanggapi rencana PT PP (Persero) yang ingin divestasi ruas Tol Semarang-Demak. Dalam rencana awal, PTPP menargetkan nilai divestasi sebesar Rp3 triliun yang bisa direalisasikan tahun ini, hanya saja nilainya diturunkan menjadi Rp400 miliar.

Direktur Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian menyoroti kabar atau informasi yang beredar bahwa divestasi Tol Semarang - Demak yang dilakukan PT PP hanya senilai Rp400 miliar atau dianggap lebih kecil ketimbang biaya proyeknya sendiri. Menurutnya, tidak mungkin ada perusahaan mau berjualan, tapi harus menanggung kerugian.

"Kita tidak tahu apakah 100% saham, atau hanya 1%, kan tidak mungkin perusahaan jual rugi," ujar Hedy saat ditemui di IKN, Senin (6/5/2024).

Meski demikian, Hedy mengaku hingga saat ini rencana divestasi yang dilakukan oleh PTPP masih belum menemukan investor yang tepat. Sebab, pihaknya sendiri belum menerima laporan untuk penggantian pengusahaan ruas tol tersebut.

"Belum tahu, harus tanya ke PP, (saat ini) belum ada laporan (divestasi tol Semarang - Demak)," sambungnya.

Namun demikian Hedy mengatakan, pada dasarnya Pemerintah akan mendukung aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan karena untuk memperbaiki posisi keuangannya.

"Bisa saja dijual, kalau aksi korporasi terserah perusahaannya, mungkin untuk memperbaiki posisi keuangan. PUPR hanya menyetujui (aksi korporasi) atau tidak," tambahnya.

Berdasarkan catatan MNC Portal, PT PP (Persero) PTPP membidik investor dalam dan luar negeri dalam aksi divestasi saham ruas Tol Semarang-Demak

Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto mengatakan, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa investor strategis. PTPP bakal menawarkan kepemilikan sahamnya kepada Indonesia Investment Authority (INA), setelah PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) batal mengakuisisi saham pada ruas tersebut.

"Kemarin SMI sudah (masuk) tapi mundur, ini ada beberapa investor dari China. Kemudian INA juga lagi menjajaki, due diligence semuanya," ucap Agus saat konferensi pers (24/4).

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement