JAKARTA - Pemerintah menargetkan nilai investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali sebesar Rp104,4 triliun. Ada berbagai strategi untuk mencapai target tersebut.
Salah satunya adalah New Era Bali Kerthi. Melalui program ini, pemerintah bisa menarik investor global dan lokal di tujuh sektor utama, yakni kesehatan dan pengetahuan, digitalisasi, ekonomi hijau dan biru, keuangan berkelanjutan dan campuran, infrastruktur terintegrasi, serta pariwisata berkualitas.
Pemerintah memandang, masifnya investasi di KEK Kura Kura bisa memajukan Indonesia, terutama Bali, untuk mencapai perekonomian yang lebih stabil dan mandiri.
“Kawasan Ekonomi Khusus akan memainkan peran yang signifikan, kita sudah punya lebih dari 10 Kawasan Ekonomi Khusus, dan Kura Kura Bali dan Sanur adalah dua area yang baru saja bergabung, dan saya mengajak siapapun untuk berinvestasi di sini,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Senin (20/5/2024).
Sebagai proses awal, pemerintah menggelar forum sosialisasi Kawasan Ekonomi Khusus dan Golden Visa. Kegiatan ini di inisiatif oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan Direktorat Jenderal Imigrasi, dan Tri Hita Karana New Era Bali Kerthi Forum.
Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan, forum atau sosialisasi bertujuan memfasilitasi pemahaman investor lokal dan mancanegara tentang penerapan dan pengaplikasian Golden Visa dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia.
“Kita terus berusaha untuk mendorong model perekonomian baru untuk Bali, karena kita tidak bisa terus bertahan di model perekonomian yang saat ini ada karena sangat fragile untuk menghadapi tekanan dari eksternal,” ujarnya.