Jumlah perusahaan yang bangkrut setelah memanfaatkan “pinjaman zero-zero”, yang pada dasarnya bebas bunga dan tidak memerlukan agunan sebagai upaya dukungan bagi mereka yang terkena dampak pandemi COVID-19, berjumlah 67 pada bulan Mei, setara dengan jumlah tertinggi yang pernah tercatat pada tahun 2019. Berbaris.
Tokyo Shoko Research menyalahkan tingginya angka kebangkrutan karena melemahnya yen dan meningkatnya biaya, yang memberikan tekanan pada dunia usaha, dan kesengsaraan ini tidak akan berakhir.
Adapun total utang perusahaan yang bangkrut pada Mei berjumlah 136,7 miliar yen atau setara USD870 juta.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.