Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

1.000 Perusahaan di Jepang Bangkrut dalam Sebulan

Jihaan Haniifah Yarra , Jurnalis-Rabu, 12 Juni 2024 |16:00 WIB
1.000 Perusahaan di Jepang Bangkrut dalam Sebulan
1.000 Perusahaan Jepang Bangkrut. (Foto: Okezone.com/Reuters)
A
A
A

JAKARTA - 1.000 perusahaan di Jepang bangkrut pada Mei 2024. Hal ini karena tingginya harga sewa dan melemahnya yen Jepang.

Tokyo Shoko Research Ltd mencatat jumlah perusahaan bangkrut yang melampaui 1.000 terjadi untuk pertama kalinya. Jumlah kebangkrutan perusahaan ini juga meningkat 42,9% year on year menjadi 1.009 di Mei 2024. Jumlah tersebut melampaui 1.000 untuk pertama kalinya.

Melansir dari Asahi, Rabu (12/6/2024), kebangkrutan meningkat dari tahun ke tahun di semua industri karena tingginya harga setelah pandemi Covid-19. Jumlah kebangkrutan meningkat di Mei dan terjadi selama 26 bulan berturut-turut.

Jumlah kebangkrutan meningkat dari tahun ke tahun di 10 industri termasuk sektor jasa dan konstruksi. Semua industri kecuali industri ritel dan telekomunikasi mencatat angka bulanan tertinggi tahun 2024 pada Mei.

Kebangkrutan yang disebabkan oleh tingginya harga meningkat sebesar 28 menjadi 87, yang merupakan rekor tertinggi sejak pandemi COVID-19.

Melemahnya yen juga mendorong kenaikan biaya impor seperti bahan mentah dan pasokan energi, sehingga memberikan tekanan pada keuntungan perusahaan kecil dan menengah.

Di antara kebangkrutan yang disebabkan oleh tingginya harga minyak, angka kebangkrutan yang paling tinggi terutama terjadi pada industri konstruksi dan manufaktur.

Jumlah kebangkrutan terkait virus corona melampaui 300 dan mencapai 302 pada bulan Mei tahun ini. Ini adalah pertama kalinya dalam satu tahun jumlahnya melebihi 300.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement