Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Utang Luar Negeri Indonesia Turun Dibayar Jokowi, Ternyata Ada Peran Investor Asing

Nekha Fatimah Nursadiyah , Jurnalis-Kamis, 20 Juni 2024 |04:18 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia Turun Dibayar Jokowi, Ternyata Ada Peran Investor Asing
Utang Luar Negeri Indonesia Menurun. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2024 mencapai USD398,3 miliar atau sekitar Rp6.492,2 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai USD404,8 miliar.

Posisi ULN pemerintah pada April 2024 tercatat USD189,1 miliar, atau turun dibandingkan posisi Maret 2024 (USD192,2 miliar). Secara tahunan ULN pemerintah mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,6 persen (yoy).

Asisten Gubernur BI Erwin Haryono mengungkapkan bahwa pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mengalami kontraksi tahunan sebesar 1,5 persen, setelah sebelumnya mencatat pertumbuhan 0,2 persen pada Maret 2024. Menurutnya, penurunan total ULN Indonesia ini disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada ULN pemerintah dan swasta.

“Penurunan posisi ULN pemerintah terutama dipengaruhi oleh penyesuaian penempatan dana investor non residen pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik ke instrumen investasi lain seiring dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global,” kata Erwin.

Erwin menyatakan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen untuk mempertahankan kredibilitasnya dengan melakukan pembayaran pokok dan bunga utang sesuai jadwal, serta mengelola ULN dengan cara yang fleksibel dan oportunistik. Mereka akan mempertimbangkan berbagai aspek seperti jangka waktu pinjaman, mata uang, dan instrumen keuangan untuk mendapatkan pembiayaan dengan cara yang paling efisien.

“Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,98 persen dari total ULN pemerintah,” ungakapnya.

Pada April 2024, Bank Indonesia juga melaporkan bahwa ULN swasta mengalami penurunan. ULN swasta mencatatkan posisi sebesar USD195,2 miliar, menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai USD198 miliar pada Maret 2024.

“Kontraksi pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari lembaga keuangan (financial corporations) dan lembaga non-keuangan (non financial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 5,7 persen (yoy) dan 2,2 persen (yoy),” tuturnya.

Secara keseluruhan, Bank Indonesia menegaskan bahwa struktur Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia saat ini tetap kokoh karena dikelola dengan prinsip kehati-hatian.

“Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,1 persen pada April 2024 dari 29,3 persen pada Maret 2024, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 87,1 persen dari total ULN,” jelas Erwin

Di samping itu, Ekonom Indef Nailul Huda mengungkapkan penurunan ULN Indonesia tidak berarti bisa dimaknai positif. BI, kata Nailul mengatakan bahwa penurunan ULN pemerintah salah satunya disebabkan oleh investor asing yang menarik portofolionya dari Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan oleh pemerintah.

Menurutnya investor asing, terutama, belum sepenuhnya yakin dengan pengelolaan utang yang dilakukan pemerintah.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement