Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Tantangan Usaha Mikro dan Kecil di Kota dan Desa

Faradilla Indah Siti Aysha , Jurnalis-Kamis, 27 Juni 2024 |16:55 WIB
3 Tantangan Usaha Mikro dan Kecil di Kota dan Desa
Tantangan UMK di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Kemenkop)
A
A
A

JAKARTA — Mastercard Center for Inclusive Growth mengungkapkan tiga tantangan Usaha Mikro dan Kecil. Tantangan ini berkaitan dengan digitalisasi hingga finansial.

Mastercard menggandeng beberapa pihak eksternal seperti Mercy Corps dan 60 Decibels untuk bekerjasama dalam melakukan riset tentang UMK ini. Penelitian dilakukan 60 Decibels ini memberikan pemahaman mendasar terkait kondisi yang dihadapi oleh usaha kecil di Indonesia, seperti kesulitan yang dialami, kebutuhan pendampingan, ketersediaan kredit, ambisi, dan pemahaman digital. Penelitian ini menggabungkan analisis yang juga sensitif terhadap isu-isu gender.

Executive Director Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis mengungkapkan, riset ini merupakan sebuah jembatan yang mengisi celah antara pelaku UMK dengan pemerintah agar selaku pemangku kebijakan dapat membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran bagi para UMK.

“Wawasan ini menjembatani kesenjangan di antara pemangku kepentingan dan pemilik usaha kecil, serta menjadi sarana penting untuk memastikan UMKM menerima dukungan menyeluruh yang mereka butuhkan untuk berkembang. Melalui Strive, Mercy Corps Indonesia berkomitmen untuk memfasilitasi kolaborasi lebih lanjut agar UMKM dapat berkembang di lanskap bisnis Indonesia yang terus berkembang,” ujar Ade di Pullman, Kamis (27/6/2024).

Sementara itu, Deputi Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas Maliki menjelaskan, riset ini merupakan informasi tambahan yang bisa menjadi bahan kajian bagi pemerintah untuk membuat kebijakan-kebijakan yang lebih tepat sasaran bagi para pelaku UMK ke depannya.

“Informasi yang diperoleh dari Barometer Report ini memberikan pemahaman komprehensif terkait situasi digitalisasi UMK saat ini. Dengan menyoroti ragam tantangan yang dihadapi oleh UMK dan mengidentifikasi area-area peluang untuk program dukungan bagi UMK, dapat menjadi bekal para pembuat kebijakan dengan perangkat yang diperlukan untuk menjalankan program yang tepat sasaran demi pertumbuhan usaha mikro dan kecil di Indonesia," tambahnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa riset ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah kedepannya dalam hal melakukan pengembangan UMKM.

"Dalam beberapa tahun kedepan, kebijakan pengembangan UMKM akan diarahkan untuk meningkatkan akses UMKM kepada sumber daya produktif seperti pembiayaan, pasar, dan pelatihan," ujarnya. 

Maliki berharap bahwa agenda pengembangan UMKM ini tidak dibebani kepada pemerintah saja tetapi ada kolaborasi antara seluruh pihak karena menurutnya pengembangan UMKM ini bersifat multilinear.

"Arah kebijakan pengembangan UMKM tersebut tentunya membutuhkan kolaborasi semua pihak agar dapat tercapai dan dirasakan manfaatnya secara luas oleh pelaku UMKM," kata Maliki.

Melansir dari riset yang dilakukan oleh Mastercard, ada 3 tantangan utama yang dihadapi oleh para pelaku UMK di Indonesia yaitu kurangnya literasi digital, dukungan struktural yang kurang memadai, serta terbatasnya akses kredit.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement