Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Tanda-Tanda Bahaya Deflasi

Gibran Khayirah Tavip , Jurnalis-Jum'at, 02 Agustus 2024 |17:06 WIB
7 Tanda-Tanda Bahaya Deflasi
Didik J Rachbini soal Tanda-Tanda Bahaya Deflasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ekonom Senior INDEF dan Guru Besar Universitas Paramadina Didik J Rachbini mengungkapkan beberapa poin terkait tanda-tanda deflasi.

Pertama, lanjut dia, perkembangan deflasi yang terjadi beberapa waktu terakhir ini harus dicermati dengan baik. Tidak terjadi begitu saja, tetapi merupakan rangkaian pengelolaan ekonomi yang tidak memadai. Deflasi yang terjadi ini merupakan penurunan tingkat harga umum barang dan jasa, yang seolah-olah menguntungkan masyarakat luas.

“Harga tidak naik lalu kita secara individu yang mapan bersorak menikmatinya. Badan Pusat Statistik mencatat terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,28 pada Juni 2024 menjadi 106,09 pada Juli 2024. Dalam beberapa waktu terakhir ini ekonomi Indonesia Indonesia mengalami deflasi 0,18 persen pada Juli tahun ini dibanding dengan IHK bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Selama 3 bulan terakhir ini terjadi deflasi beruntun,” ujarnya di Jumat (2/8/2024).

Kedua, deflasi ini secara umum merupakan gejala konsumen secara luas tidak bisa mengkonsumsi barang dengan wajar atgau setidaknya menunda konsumsinya. Deflasi kedengarannya menguntungkan bagi konsumen karena harga yang lebih rendah, tetapi ini merupakan fenomena makro ekonomi dimana ekonomi masyarakat sedang tidak berdaya untuk membeli barang-barang kebutuhannya.

Kemudian, ketiga Deflasi yang terjadi sekarang dapat menimbulkan dampak negatif yang luas terhadap pada perekonomian jika kebijakan makro dan kebijakan sektor riil apa adanya seperti sekarang.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement