Seburuk-buruknya pemimpin, kata Kang Emil, bekerja tanpa daya imajinasi. Bung Karno, sambungnya, bisa melahirkan Indonesia oleh daya imajinasi. Atas dasar itu, ia meyakini, seluruh pemimpin bisa berimajinasi.
"Kalau urusan Disneyland itu kadang-kadang dia dalam political will-nya, tapi bisnis dealnya mungkin tidak masuk dan lain sebagainya," ucap Kang Emil.
Meski demikian, Kang Emil menilai poin pentingnya itu berusaha. Pasalnya, kata dia, seburuk-buruknya pemimpin ialah yang tidak mau berimajinasi dan tidak ingin berusaha.
"Jakarta ini sangat konkrit, karena kunjungan wisata di Kepulauan Seribu sangat sedikit. Kami mengusulkan ada kawasan spesial ekonomi zone. Saya sudah bertemu dengan beberapa pihaknya yang menyatakan sangat visible, sehingga devisa bisa datang atau istilah Indef disebut dengan taman tertutup, Mas Pram. Jadi berbayar agar devisa masuk," ucap Kang Emil.
"Ya kelasnya enggak bisa kelas Ancol lagi, maka bahasa ke publik yang mudah disampaikan adalah naik kelas dari kelasnya Ancol menjadi kelas dunia, bahasa destinasi global kelas dunia Universal Studio, Disneyland, itulah yang dibahasanya akan dia mengerti oleh pihak-pihak internasional," tandasnya.
(Taufik Fajar)