Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wamen PU Usul Lahan Bekas Gempa Bumi Dipakai untuk Sektor Pertanian

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 12 Desember 2024 |10:17 WIB
Wamen PU Usul Lahan Bekas Gempa Bumi Dipakai untuk Sektor Pertanian
Wamen PU usul lahan bekas gempa untuksektor pertanian (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mengusulkan lahan eks likuifaksi atau bekas gempa bumi dipakai untuk sektor pertanian. Hal ini untuk mendukung kebijakan pemerintah melakukan swasembada pangan dengan cara meningkatkan produktivitas pertanian.

Salah satu lahan eks likuifaksi yang dibidik untuk dimanfaatkan sektor pertanian terletak di Sulawesi Tengah alias bekas gempa di Palu yang terjadi pada 2018 silam.

"Kami ada proyek pembangunan jalan di Jono Oge, di kiri-kanan jalan ada lahan bekas likuifaksi seluas 250 ha. Lahan tersebut tidak termanfaatkan, saya usul mendukung swasembada pangan lahan tersebut bisa digunakan untuk pertanian," kata Wamen Diana dalam keterangan resmi, Kamis (12/12/2024).

Wamen Diana menambahkan Kementerian PU akan menambahkan jaringan irigasi di lahan tersebut. "Saya minta ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III untuk menambahkan irigasi dengan memanfaatkan air dari sumur pantau likuifaksi yang dibangun di sini," tambah Wamen Diana.

Di Jono Oge Kementerian PU melalui BWS Sulawesi III telah membangun lahan percontohan pertanian dengan metode efisiensi penggunaan air untuk memitigasi potensi likuifaksi berulang terjadi. Lahan seluas 1.000 m2 ini telah dimanfaatkan untuk bawang merah batu yang ditanam perdana pada Juni 2024 dan hasil panen pertama seberat 150 kg.

Di lokasi ini BWS Sulawesi III juga merehabilitasi dan merekonstruksi sistem irigasi Gumbasa untuk mengembalikan fungsi irigasi di D.I Gumbasa Akibat bencana Palu pada 2018 silam. Proyek ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp192 miliar yang dikerjakan Desember 2022 hingga Juni 2024.

“Di sini ada 1.500 ha lahan potensial di luar dari D.I Gumbasa, dengan memanfaatkan air tanah di daerah yg berpotensi likuifaksi, di sekitar jaringan irigasi Gumbasa tepatnya di Desa Jono Oge yang bisa digarap untuk mendukung swasembada pangan, bisa bawang merah batu atau padi tergantung kebutuhannya,” ungkap Wamen Diana.

Kepala BWS Sulawesi III Dedi Yudha Lesmana mengatakan pemanfaatan lahan ini ditargetkan dilaksanakan pada 2025. "Tahun depan kita kerjakan dengan memanfaatkan air irigasi dan sebagian dari air sumur pantau likuifaksi," ucap Dedi.

Di lokasi ini BWS Sulawesi III juga merehabilitasi dan merekonstruksi sistem irigasi Gumbasa untuk mengembalikan fungsi irigasi di D.I Gumbasa Akibat bencana Palu pada 2018 silam. Proyek ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp192 miliar yang dikerjakan Desember 2022 hingga Juni 2024.

“Di sini ada 1.500 ha lahan potensial di luar dari D.I Gumbasa, dengan memanfaatkan air tanah di daerah yg berpotensi likuifaksi, di sekitar jaringan irigasi Gumbasa tepatnya di Desa Jono Oge yang bisa digarap untuk mendukung swasembada pangan, bisa bawang merah batu atau padi tergantung kebutuhannya,” ungkap Wamen Diana.

Kepala BWS Sulawesi III Dedi Yudha Lesmana mengatakan pemanfaatan lahan ini ditargetkan dilaksanakan pada 2025. "Tahun depan kita kerjakan dengan memanfaatkan air irigasi dan sebagian dari air sumur pantau likuifaksi," ucap Dedi.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement