“Kami sampaikan bahwa komunitas budaya di Majene dan Kepulauan Kei memiliki aspirasi untuk bergabung dalam penetapan roti singkong oleh UNESCO. Hal ini membutuhkan persetujuan dan dukungan dari negara-negara yang telah lebih dulu terdaftar, termasuk Kuba dan Venezuela," kata Fadli Zon.
"Untuk itu, kami dengan rendah hati memohon kesediaan Anda untuk berkolaborasi,” ucapnya di hadapan Duta Besar dan representatif diplomatik negara-negara sahabat.
Hadir secara langsung dalam acara ini, Duta Besar Republik Kuba untuk Indonesia Dagmar Gonzalez Grau mengatakan, “Adalah kesenangan yang sangat besar bagi kami untuk berpartisipasi hari ini dalam kegiatan promosi mengenai pengetahuan dan praktik tradisional yang terkait dengan persiapan dan konsumsi roti singkong, yang telah diakui pada 2024 oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda kemanusiaan.”
Pada kesempatan ini, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas inisiatif ini, yang ia yakini akan memperkuat persahabatan, solidaritas, dan pemahaman yang lebih besar di antara masyarakat dari ketiga negara.
Sementara itu, Duta Besar Venezuela untuk Indonesia Enrique Antonio Acuna Mendoza sampaikan bahwa casabe, makanan tradisional dari budaya asli Amerika Latin yang terbuat dari singkong, tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol identitas budaya, ketahanan, dan kreativitas.