Oleh karena itu, jika nantinya ada perubahan indikator dari BPS, Gus Ipul berharap indikator yang lama tetap digunakan untuk mengukur kesejahteraan masyarakat.
"Kalau nanti dinaikkan, kita harapkan ada dua, tetap yang ukuran lama dan ukuran baru sehingga di sini nanti kelihatan kinerja pemerintah itu. Sebab, kalau kita mengukur hari ini dengan ukuran yang lama, nanti kan akan ada gejolak-gejolak statistik," ujar Gus Ipul.
Gus Ipul beralasan indikator yang lama, atau yang saat ini digunakan, tetap harus dipakai, karena hasil pengukuran BPS juga menunjukkan hasil kerja pemerintah.
"Kalau itu harus dilakukan (memperbaiki indikator pengukuran, red), nanti bisa dua pengukuran. Dengan begitu, kinerjanya kita akan tetap terukur dengan baik seiring degan perkembangan waktu. Jadi, menurut saya, harapan itu akan diakomodasi oleh BPS tentunya," ujar Gus Ipul dilansir Antara.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.