1. Venezuela: 303,22 miliar barel
2. Arab Saudi: 267,19 miliar barel
3. Iran: 208,60 miliar barel
4. Kanada: 163,63 miliar barel
5. Irak: 145,02 miliar barel
6. Uni Emirat Arab: 113,00 miliar barel
7. Kuwait: 101,50 miliar barel
8. Rusia: 80,00 miliar barel
9. Amerika Serikat: 55,25 miliar barel
10. Libya: 48,36 miliar barel
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mengambil alih pengelolaan cadangan minyak Venezuela setelah serangan militer AS berhasil menggulingkan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Langkah tersebut langsung memicu perhatian dan respons dari sejumlah perusahaan minyak raksasa dunia.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan minyak asal Amerika Serikat siap masuk ke Venezuela untuk memulihkan industri migas negara tersebut yang dinilai mengalami kerusakan parah akibat krisis berkepanjangan.
“Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak,” ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago.
(Dani Jumadil Akhir)