JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bencana hidrometeorologi yang melanda provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencatatkan kenaikan inflasi yang tajam pada Desember 2025 setelah sebelumnya sempat mengalami deflasi pada November.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem akibat bibit Siklon Tropis 95B (Siklon Tropis Senyar) dan pengaruh Siklon Tropis Koto memicu curah hujan sangat lebat yang mengganggu jalur distribusi serta produksi pangan.
"Ketiga provinsi ini termasuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat inflasi tinggi," ujar Pudji dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Pudji menjelaskan bahwa pemicu utama inflasi di ketiga wilayah terdampak bencana tersebut berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Gangguan cuaca secara langsung memengaruhi ketersediaan komoditas hortikultura dan pangan di pasar.
Secara nasional, Aceh bahkan menjadi provinsi dengan inflasi bulanan tertinggi di Indonesia.